Mengenal Perbedaan Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 28 May 2020

Mengenal Perbedaan Jenis Mesin Mobil Berdasarkan Konfigurasinya

momobil.id – Mobil merupakan alat transportasi yang umum digunakan oleh orang – orang. Setiap mobil pasti memiliki mesin yang berfungsi untuk menggerakkan mobil. Mesin pada mobil memiliki berbagai macam jenis dan konfigurasi. Setiap jenis dan konfigurasi mesin memiliki kelebihan dan karakter masing-masing. Namun banyak orang yang belum mengenal masing-masing karakter dari mesin mobil tersebut. Berikut adalah jenis dan konfigurasi mesin mobil yang harus diketahui oleh pemilik mobil, khususnya para entusias mobil.

Konfigurasi V

Jenis mesin yang menggunakan konfigurasi V seringkali dikenal sebagai mobil dengan performa tangguh dan bertenaga. Mesin dengan konfigurasi V memiliki dimensi yang lebih kompak agar dapat menyimpan lebih banyak silinder. Tidak hanya jumlah, volume silinder pun dapat diperbesar pada mesin konfigurasi V sehingga mampu menghasilkan tenaga yang besar. Contoh dari mesin konfigurasi V ini adalah V6, V8, V10, hingga V12. Semakin banyak silinder maka semakin banyak tempat ruang pembakaran udara.

Kelebihan dari konfigurasi mesin V ini adalah dapat menghasilkan tenaga dan torsi yang besar. Oleh karena itu, mobil yang memiliki mesin ini cenderung mobil kelas premium atau sports car. Kekurangan dari mesin ini adalah pembuatan dan perawatan yang cenderung sulit. Hal ini dikarenakan banyaknya komponen yang bergerak.

Inline / Segaris

Jenis mobil dengan konfigurasi mesin segaris merupakan jenis mesin yang sangat umum digunakan. Sesuai dengan nama jenis mesin, mesin ini memiliki posisi silinder yang sejajar. Mesin segaris memiliki kelebihan, yaitu kompak, ringan, dan memiliki efisiensi bahan bakar yang baik. Selain itu, mesin ini memiliki perawatan yang mudah, ekonomis diproduksi, dan mudah untuk dioprek. Mesin ini menjadi favorit para turner karena mudah untuk di tuning.

Kekurangan dari mesin ini salah satunya adalah membutuhkan ruang yang cukup besar dan panjang. Contoh dari mesin inline / segaris adalah JZ, RB, B series, 4AG, dan 4G63. Salah satu produsen mobil Eropa yang sering menggunakan mesin berjenis inline ini adalah BMW.

Rotary

Jenis mesin rotary merupakan jenis mesin yang kompak, simple, namun sangat efektif. Mesin ini memiliki karakter kompresi yang rendah. Cara kerja dari mesin rotary adalah dengan menyuntikkan oli ke dalam housing rotor. Kelebihan dari mesin rotary ini adalah power to weight ratio yang tinggi. Meskipun mesin terlihat kecil dan kompak, namun tenaga yang dihasilkan lebih besar dibanding mesin lain. Selain itu, mesin ini juga sangat ekonomis untuk diproduksi dan mesin high RPM. Kekurangan dari mesin rotary adalah mesin yang cepat rapuh dan emisi gas buang yang cukup tinggi. Bagi pemilik mobil dengan jenis mesin rotary, maka pemilik harus mengoprek dan membangun ulang mesin dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga : Ini 7 Mobil dengan Biaya Perawatan Termahal

Flat / Boxer

Tipe mesin flat / boxer merupakan salah satu tipe yang unik karena memiliki posisi silinder yang horizontal / mendatar. Mesin flat dan boxer merupakan tipe yang serupa, namun kedua mesin ini memiliki perbedaan. Mesin boxer menggunakan satu crankpin untuk setiap silinder , sedangkan pada flat, setiap satu pasang silinder memiliki satu crankpin. Pada mesin boxer, piston yang berhadapan akan bergerak satu sama lain, sedangkan pada mesin flat, piston yang berhadapan akan bergerak beriringan.

Salah satu dari kelebihan mesin boxer adalah mobil memiliki tingkat kestabilan yang tinggi dan handling yang baik. Mesin ini juga dikenal sebagai mesin yang cukup lembut karena beban crankshaft tergolong ringan. Untuk kelemahannya, perawatan mesin boxer / flat ini cukup rumit dan suara mesin menjadi lebih kasar. Meskipun demikian, karakteristik suara pada mesin boxer menjadi sebuah ketertarikan sendiri bagi para penggemar mobil.

Konfigurasi W

Jenis mesin dengan konfigurasi W jarang untuk ditemui, karena jenis ini dikembangka oleh VW Group. Secara layout, konfigurasi mesin W ini bisa disebut sebagai gabungan dari dua mesin V yang berdempetan. Konfigurasi mesin W memiliki kelebihan, yaitu dengan bentuk kompak, mesin ini dapat memuat jumlah silinder yang banyak. Hal ini tentunya membuat mobil lebih bertenaga. Kekurangan dari jenis mesin ini terletak pada mesin yang kompleks dan perawatan yang mahal. Temperatur mesin W cenderung lebih panas, karena memiliki jumlah silinder yang banyak.

Jenis mesin W yang beredar saat ini ada beberapa model, yaitu W8, W12 dan W16. Mesin W8 digunakan oleh VW Passat. W12 digunakan oleh VW Phaeton, VW Touareg, Audi A8, dan Bentley Continental GT. Sedangkan W16 yang merupakan varian mesin yang paling sangar ini digunakan oleh Bugatti Veyron dan Chiron.



Kembali ke atas