Mengenal Sistem Keamanan dan Keselamatan Mobil

Ditulis oleh : Agita Bela Hakiki | 23 December 2020

Mengenal Sistem Keamanan dan Keselamatan Mobil

momobil.id – Keamanan dan kenyamanan dalam berkendara tentunya sangat menunjang keselamatan pengemudi dan juga penumpang. Namun, hal-hal yang tidak diinginkan masih saja bisa terjadi ketika berkendara. Lantas, sistem keamanan dan keselamatan seperti apa yang terdapat pada mobil sehingga mampu meminimalisir terjadinya cedera jika terjadi kecelakaan?

Seiring dengan berkembangnya teknologi, sistem keamanan dan keselamatan pada mobil juga ikut berkembang. Dalam beberapa kasus, kita terkadang menemui pengendara dan penumpang yang selamat dan mengalami cedera ringan setelah mengalami kecelakaan.

Dalam pembuatan fitur keamanan mobil, tentunya tidak bisa lepas dari hukum fisika yang digunakan untuk meminimalisir dampak yang bisa muncul. Penggunaan hukum gerak Newton misalnya.

Hukum pertama berkaitan dengan kekekalan momentum, di mana benda yang bergerak akan tetap bergerak dan sebaliknya untuk benda diam. Hukum kedua menjelaskan tentang perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan. Sementara hukum ketiga menyatakan setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.

Baca juga: Ini Bahayanya Jika Penumpang Kursi Belakang Tak Memakai Seat Belt

Terdengar seperti pelajaran fisika ketika di sekolah memang. Namun, dengan penerapan yang matang, para produsen mobil bisa membuat fitur keamanan mobil yang mampu meminimalisir dampak kecelakaan. Maka terciptalah crumple zone atau zona benturan, sabuk pengaman dan air bag atau kantung udara.

Ilustrasi zona crumple

Crumple zone pada mobil berfungsi untuk memperlambat kecepatan tabrakan. Zona ini didesain untuk menyerap energi kinetik saat kecelakaan dan umumnya terdapat pada bagian depan dan belakang mobil. Bagian ini akan mudah hancur dengan maksud agar kabin penumpang tidak ikut rusah sehingga penumpang bisa selamat.

Sabuk pengaman juga memiliki fungsi yang penting. Saat terjadi kecelakaan, biasanya tubuh akan terdorong ke depan. Hal tersebut bisa menimbulkan risiko benturan yang berbahaya. Dengan menggunakan sabuk pengaman, tingkat perlambatan bisa mencapai tujuh kali lipat. Sehingga, benturan yang tidak diinginkan bisa dihindari.

Air bag atau kantung udara juga kurang lebih memiliki fungsi yang sama. Ketika terjadi kecelakaan, sensor pada mobil akan mengirimkan sinyal yang memicu kantung udara akan mengembang. Kantung udara sendiri mampu melindungi bagian tubuh yang vital, seperti kepala, leher, dan dada agar terhindar dari benturan. Oleh karena itu, sabuk pengaman dan kantung udara bisa dibilang saling melengkapi.


Kembali ke atas