Mengenal Sistem Rem ABS dan Cara Kerjanya agar Roda Tidak Terkunci

Ditulis oleh : Syah Rezi Tungga Dewi | 16 September 2019

Mengenal Sistem Rem ABS dan Cara Kerjanya agar Roda Tidak Terkunci

momobil.id – Rem merupakan salah satu sistem keamanan terpenting pada mobil. Salah satu sistem pengereman yang banyak digunakan pada mobil kekinian saat ini adalah Anti Brake System (ABS). Meski begitu, tak semua pemilik kendaraan mengetahui apa sebenarnya fungsi ABS dan bagaimana cara kerjanya.

Secara harfiah, Anti-lock Brake system dalam bahasa Indonesia memiliki arti sistem rem anti terkunci. Yup, ABS mencegah roda mobil terkunci ketika terjadi pengereman mendadak atau keras. Sistem ini awalnya diadopsi dari pesawat terbang. Kemudian pada tahun 1970an, beberapa produsen mobil seperti Toyota dan Chrysler mulai menerapkan sistem rem ABS pada mobil produksi mereka. Salah satu jenis mobil modern yang hingga kini menggunakan rem ABS adalah Toyota Rush.

Sistem ABS sangat berguna saat melakukan pengereman mendadak di kecepatan tinggi atau jalan yang licin. Tanpa ABS, mobil akan mengerem namun roda menjadi terkunci dan mobil akan sulit dikendalikan. Sistem anti-lock braking inilah yang akan membantu dalam melakukan pengereman mendadak sehingga roda tidak terkunci dan masih bisa dikendalikan.

Sistem ABS terdiri dari empat komponen utama yang berperan penting dalam pengereman, antara lain sensor kecepatan, katup pengereman, pompa, dan controller. Proses sistem rem ABS sangat sederhana. Ketika mobil sedang melaju, sensor kecepatan akan membaca kecepatan mobil setiap saat dan akan mengirimkannya ke controller. Jika melakukan pengereman normal, roda tidak akan terkunci.

Controller telah diprogram untuk menghentikan kendaraan secara maksimal dan tidak boleh ada penguncian roda selama pengereman. Sebelum roda terkunci, controller akan memperoleh data dari sensor kecepatan dan memerintahkan katup untuk mengunci tekanan dengan mengambil katup posisi dua atau katup posisi tiga, sesuai dengan instruksi controller.

Setelah rotasi roda terdeteksi oleh sensor kecepatan, controller memerintahkan katup untuk mengambil posisi satu, yang memungkinkan tekanan minyak rem untuk kembali dan ditransmisikan ke rem. Kinerja rem ABS pada mobil sangat cepat, rata-rata mampu melakukan lima belas kali proses dalam satu detik.

Rem ABS cukup efektif dan efisien dalam mengurangi potensi kecelakaan. Menurut penelitian yang dilakukan Monash University Accident Research Centre pada tahun 2004, sistem rem ABS bisa mengurangi kecelakaan beruntun sebesar delapan belas persen.

Sumber gambar: Live about


Kembali ke atas