Menguak Sejarah Lampu Sein, Berawal dari Lonceng Menjadi Lampu LED

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 18 June 2020

Menguak Sejarah Lampu Sein, Berawal dari Lonceng Menjadi Lampu LED

momobil.id – Salah satu komponen paling penting pada kendaraan adalah lampu sein. Lampu sein berfungsi untuk memberikan tanda peringatan pada pengendara lain ketika hendak berbelok. Dibalik pentingnya lampu sein pada kendaraan, lampu sein memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk dibahas. Sejarah lampu sein dimulai pada tahun 1900an, di mana merupakan era awal kendaraan bermesin bensin. Saat itu, orang-orang masih menjulurkan tangan ke luar jendela untuk memberi tanda berbelok. Ada juga yang membunyikan lonceng saat hendak ingin berbelok.

Tanda Belok Pertama

Pemberi tanda belok pertama diciptakan oleh Florece Lawrence yang merupakan aktris berkebangsaan Amerika Serikat. Tanda belok mekanis ini pertama kali terpasang pada mobil di tahun 1914. Dalam cara kerjanya, pengemudi cukup menekan tuas saat hendak berbelok, yang kemudian secara mekanis mengangkat bendera pada bumper bagian belakang mobil saat hendak berbelok. Selain itu, Florence juga menciptakan mekanisme yang sama. Namun kali ini ketika pengemudi mengangkat rem, maka akan memunculkan tanda bertuliskan “Stop” pada bumper mobil. Penemuan tanda belok pertama ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan hingga tahun 1925.

Pemberi Tanda Belok Menggunakan Reflektor

Pada tahun 1927, Max Ruhl dan Ernst memodifikasi temuan Florence dengan sistem elektrik dan memberikan teknologi reflektor dan lampu kuning. Alat ini kemudian diletakkan di bagian kedua sisi pilar B pada mobil. Teknologi penemuan Ruhl dan Ernst ini kemudian dipakai oleh mobil Inggris dan Jerman seperti Volkswagen Beetle, Austin A30, Aston Martin, dan Rover 1075. Dua tahun setelah itu, Oscar J. Simler asal Amerika Serikat juga menciptakan prototipe lampu sein elektrik beserta lampu rem. Prototipe ini akan memberikan sinyal berupa lampu menyala ketika rem ditekan, dan memberi sinyal berhenti ketika menekan rem dan kopling secara bersamaan.

Baca Juga : Mengenal Sejarah Toyota Starlet dari Masa Ke Masa

Lampu Sein Kedip

Lampu sein mulai diwajibkan sebagai fitur mobil mulai tahun 1930an. Hal ini karena populasi mobil di ruas jalan sering bertambah. Lampu sein kedip pertama kali dipatenkan pada tahun 1930an oleh Joseph Bell. Temuannya ini kemudian diteruskan oleh perusahaan Buick pada tahun 1938. Lampu sein pada Buick ini dinamakan Flash-Way Directional Signal. Dua tahun kemudian, fitur lampu sein juga ditempatkan pada bagian depan mobil. Fitur ini menjadi standar pabrikan mobil Cadillac, Hudson, LaSalle, Chevrolet, dan Pontiac.

Lensa kuning dan penempatan sein pada empat sisi kendaraan menjadi aturan standar Federal Motor Vehicle Safety Standards Amerika Serikat pada tahun 1968. Dalam aturan ini, warna lampu sein diharuskan oranye agar menyerap cahaya lebih baik di malam hari, disaat hujan, atau kondisi jalan yang berkabut. Perkembangan lampu sein ini tidak berubah banyak, namun pada saat ini, sudah banyak mobil yang menggunakan lampu sein berteknologi LED.


Kembali ke atas