Meninggalkan Hand Sanitizer di Mobil, Apakah Berbahaya?

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 28 May 2020

Meninggalkan Hand Sanitizer di Mobil, Apakah Berbahaya?

momobil.id – Adanya pandemi COVID-19 membuat sebagian masayarakat mengubah kebiasaannya. Selain kebiasaan masyarakat yang berubah akibat pandemi, masyarakat diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan dan mensterilkan diri. Salah satu kebiasaan yang dilakukan masyarakat adalah membawa hand sanitizer. Hand sanitizer selalu dibawa oleh masyarakat, terutama pada saat mengemudi mobil. Tujuannya tentu sangat sederhana, yaitu untuk membersihkan tangan setelah berkendara dan melakukan aktivitas lain. Namun, meskipun hal itu disarankan, perlu diingat bahwa menaruh hand sanitizer di dalam kabin perlu diwaspadai.

Meskipun perlu untuk dibawa kemana-mana, hand sanitizer yang diletakkan di dalam mobil berpotensi menimbulkan kebakaran. Hal ini dikatakan oleh Brigadier Rashid Al Felasi selaku Assistant Director for Smart Service Dubai Civil Defence. Hal ini diduga bahwa dalam sanitizer, terdapat kandungan alkohol. Kandungan alkohol ini sangat berbahaya apabila terpapar suhu kabin yang panas, apalagi ketika kabin terpapar langsung oleh sinar matahari. “Semua sanitizer yang mengandung alkohol, kami peringatkan untuk tak ditinggalkan di area yang terkena matahari langsung, atau di dalam mobil, karena bisa memicu kebakaran,” ucap Rashid, dilansir dari Gulfnews.com.

Lantas, apakah pendapat Rashid mengenai hand sanitizer itu benar? Kepala Bengkel Auto 2000 Cilandak, Suparman mengatakan bahwa hal tersebut berpotensi terjadi, namun tergantung dari tingkat panasnya kabin. Apabila kabin panas lantaran terpapar sinar matahari langsung, maka hal ini bisa saja terjadi. Meskipun demikian, suhu di Indonesia tidak sepanas layaknya suhu di Dubai.

Baca Juga : Seal Filter Oli Sebaiknya Dilumasi Sebelum Dipasang, Ini Alasannya

“Memang bisa saja terjadi, tapi tergantung dari seberapa panas suhu dari sinar matahari tersebut. Setiap negara berbeda, mungkin di sana (Dubai) cukup tinggi sehingga ada potensi tersebut, tapi kalau di Indonesia tidak juga,” ujar Suparna dilansir dari Kompas.com.

Kasus trbakarnya hand sanitizer pada kabin memiliki kemiripan dengan kasus bensin. Hal ini bisa terjadi akibat 3 unsur. Unsur yang paling berpengaruh adalah panas dan udara. Unsur berikutnya pada kasus bensin adalah bahan bakar, sedangkan pada kasus hand sanitizer adalah kandungan alkohol. Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, ada baiknya pengguna mobil mengantisipasi hal tersebut. Pemilik mobil perlu membuka kaca selebar ujung jari ketika memarkir mobil di luar ruangan agar ada sirkulasi udara di dalam kabin.



Kembali ke atas