Mitsubishi akan Hentikan Produksi Mobil Listrik i-MiEV

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 26 September 2020

Mitsubishi akan Hentikan Produksi Mobil Listrik i-MiEV

momobil.id – Mitsubishi Motors kabarnya akan berhenti membuat i-MiEV yang merupakan mobil listrik penumpang produksi massal pertamanya di dunia. Tahun ini disebut menjadi tahun terakhir Mitsubishi i-MiEV berdasarkan laporan dari media Jepang Nikkei.

Penjualan mobil listrik Mitsubishi i-MiEV tak menunjukkan pertumbuhan dan tergolong lesu. Seperti dilansir Detik.com, mobil ini juga seakan terlupakan dan telah jauh tertinggal dibandingkan dengan mobil-mobil listrik lainnya yang ada di pasaran.

Mitsubishi mengaku tak memiliki sumber daya yang cukup untuk menjaga produknya ini terus berada di pasaran. Belum lagi saat ini kondisi perekonomian dalam masa kritis akibat belum lenyapnya pandemi virus Corona dari muka bumi.

“Kami tidak memiliki cukup uang dan personel untuk terus berinvestasi dalam pengembangan EV,” kata seorang eksekutif Mitsubishi Motors.

Sejak pertama kali diluncurkan Mitsubishi tidak dapat memberikan satu pun inovasi baru i-MiEV. Mobil mungil ini hanya mampu menjelajah sejauh 160 km dengan satu kali pengisian baterai sampai penuh.

Mitsubishi Motors telah memasarkan i-MiEV sejak 2009 di lebih dari 50 negara, termasuk Jepang, Eropa, dan AS. Meski begitu permintaan dan penjualan mobil ini tak berkembang sama sekali. Selama satu dekade lebih i-MiEV hanya laku 32 ribu unit.

Baca juga: Ciri-ciri Kampas Kopling Mobil Matic Sudah Mulai Habis

Langkah elektrifikasi Mitsubishi akan mengandalkan kerjasama aliansinya bersama Nissan untuk menggantik i-MiEV. Rencananya Nissan dan Mitsubishi akan melahirkan mobil listrik kembar pada tahun fiskal 2023.

Popularitas i-MiEV berbanding terbalik dengan mobil listrik Nissan Leaf. Meski kini telah tertinggal dari Tesla, Nissan Leaf merupakan mobil listrik produksi massal pertama yang terbilang sukses di pasaran sejak ia meluncur di tahun 2010. Hanya berjarak satu tahun, Nissan Leaf telah menembus penjualan di angka 500 ribu unit sampai sekarang.


Kembali ke atas