Mobil Matic Katanya Boros, Mitos atau Fakta?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 15 September 2020

Mobil Matic Katanya Boros, Mitos atau Fakta?

momobil.id – Pengoperasian yang lebih mudah dan lebih praktis merupakan daya tarik utama pada mobil matic. Namun di balik kepraktisannya, ada anggapan bahwa mobil matic lebih boros ketimbang mobil bertransmisi manual.

Lalu, apakah benar mobil matic lebih boros dalam hal konsumsi bahan bakar? Menurut Training Development, Section Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima Barus Nurcahya, anggapan mobil matic boros bahan bakar merupakan pendapat yang keliru.

“Ada paradigma yang mengatakan mobil matik itu boros. Tapi itu tidak benar. (Boros tidaknya itu) bergantung dari penggunaan sendiri,” ujar Aji, dalam diskusi bertema ‘Tips & Trik Penggunaan Transmisi AT’ yang digelar secara virtual, seperti dilansir Detik.com.

Aji menuturkan ada beberapa tips yang bisa dilakukan pengendara mobil matik jika ingin mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar. “Pertama, saat berkendara, posisikan tuas di posisi D,” saran Aji.

Setelah itu, usahakan berkendara pada kecepatan stabil. Aji menyarankan putaran mesin alias rpm harus ada di kisaran 2.000-3.000 rpm. Putaran mesin yang konstan akan membantu menghemat bahan bakar.

Baca juga: Agak Beda dengan Mesin Bensin, Begini Cara Merawat Mobil Mesin Diesel

Lebih gampang lagi adalah memperhatikan indicator Economic Driving. “Kalau (panel instrumennya) sudah muncul lambang ECO indicator, maka Anda sedang berkendara di kondisi efisien bahan bakar,” katanya lagi.

Selain itu, perilaku berkendara yang baik juga perlu dilakukan jika ingin mencapai efisiensi bahan bakar saat berkendara mobil matik. “Kecepatan harus stabil, tidak dihentak, tidak digas secara mendadak, dan rpm stabil di 2.000-3.000. Maka ini bisa menghemat bahan bakar dan ramah terhadap lingkungan,” ujar Aji.

Adapun kesalahan dalam mengemudi mobil matic biasanya sering terjadi pada pengoperasian tuas transmisi. Misalnya, mengoper gigi dari gigi maju (D) ke gigi mundur (R) atau sebaliknya tanpa menunggu mobil berhenti terlebih dahulu. Dampak pengoperasian seperti ini bisa membuat cantolan pada tuas transmisi belum menyantol secara sempurna. Akibatnya, mobil pun akan menjadi selip dan tidak bisa masuk gigi.


Kembali ke atas