Oli Matic Konvensional dan CVT Berbeda, Ini Jadinya Jika Pemakaiannya Tertukar

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 31 January 2024

Oli Matic Konvensional dan CVT Berbeda, Ini Jadinya Jika Pemakaiannya Tertukar

momobil.id – Beberapa model mobil ada yang menggunakan transmisi matic konvensional (AT) dan ada juga yang sudah menggunakan Continuously Variable Transmission (CVT). Oli antara mobil transmisi AT dan CVT ini berbeda. Apa jadinya jika tertukar?

Ini karena mobil dengan transmisi AT konvensional memiliki prinsip kerja yang berbeda dibanding CVT. Jika sampai tertukar, maka transmisi bisa cepat rusak. Perlu diketahui, karakter oli untuk transmisi AT dan CVT tidak sama.

Jika pemakaiannya tertukar, maka ada potensi terjadinya selip pada kelompok kopling yang bertugas mengubah arah putaran dan pengaturan rasio percepatan. Aktuator pada AT konvensional adalah planetary gear, sedangkan CVT adalah puli.

Salah satu model mobil yang memiliki varian transmisi AT konvensional dan CVT adalah Mitsubishi Xpander. Sebelum akhir 2021, mobil low MPV dari pabrikan tiga berlian itu masih menggunakan AT konvensional.

Baru setelah meluncur versi facelift pada akhir 2021, Mitsubishi Xpander menggunakan transmisi CVT.

Adapun secara umum, oli transmisi merupakan komponen yang perlu diganti secara berkala. Hal ini karena transmisi berperan penting sebagai penyalur tenaga dari mesin ke roda.

Ciri-ciri oli transmisi sudah perlu ganti yakni ketika terjadinya selip pada transmisi. Untuk menguji selip transmisi, pengemudi dapat mengendarai mobil melewati jalan menanjak. Dalam kondisi normal, selip yang terjadi sangatlah minim dan tidak terasa.

Namun, jika kita mendapati putaran mesin naik tapi tidak selaras dengan pertambahan kecepatan, maka itu pertanda transmisi sudah mengalami selip. Pada kondisi yang parah, mobil akan sangat sulit untuk menanjak.

Baca juga: Fakta Seputar Posisi Tuas Transmisi Mobil Matik yang Perlu Diketahui

Masalah lain yang muncul adalah bunyi kasar dan hentakan pada saat pindah gigi karena torque converter yang sudah rusak. Selain itu, kotoran yang dibawa cairan transmisi juga dapat menyumbat saringan yang menyebabkan sirkulasi cairan transmisi tidak lancar.

Karena itu, pemilik mobil sebaiknya memastikan melakukan penggantian cairan transmisi sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh pabrikan.

mobil terkait

Rp 145.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 138.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 118.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 100.000.000

Individu

DENPASAR

Rp 120.000.000

Individu

DENPASAR

Rp 140.000.000

Individu

DENPASAR


Kembali ke atas