Pajak Mobil Hybrid dan Listrik: Apa Bedanya?

23 Juli 2025, 14:00 WIB

Ditulis oleh Michelle

ilustrasi stnk mobil - pajak progresif

momobil.id – Kesadaran akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan semakin meningkat di Indonesia. Mobil hybrid dan mobil listrik kini menjadi pilihan banyak konsumen karena dianggap lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Namun, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, bagaimana perbedaan pajak antara mobil hybrid dan mobil listrik di Indonesia?

Memahami struktur pajak dan insentif yang diberikan pemerintah sangat penting agar Anda bisa mempertimbangkan total biaya kepemilikan jangka panjang.

Dasar Perhitungan Pajak Kendaraan Bermotor di Indonesia

Pajak kendaraan bermotor di Indonesia diatur oleh beberapa regulasi, seperti:

  • Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Untuk kendaraan konvensional, besarannya dihitung berdasarkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), koefisien emisi gas buang, dan kapasitas mesin.

Namun, untuk kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hybrid dan listrik, pemerintah memberikan insentif khusus berupa pengurangan atau pembebasan beberapa jenis pajak tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Mobil Listrik? Ini Bedanya dengan Hybrid

Pajak Mobil Listrik di Indonesia

Mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan tidak menghasilkan emisi. Berdasarkan kebijakan pemerintah per tahun 2025:

  • PKB: Diberikan potongan hingga 90% tergantung peraturan daerah
  • BBNKB: Di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, dibebaskan 100%
  • PPnBM: Dikecualikan karena mobil listrik termasuk kategori barang strategis

Contoh, jika Anda membeli mobil listrik dengan NJKB Rp300 juta, maka pajak tahunannya bisa kurang dari Rp1 juta.

Keringanan ini bertujuan mendorong adopsi kendaraan listrik nasional sejalan dengan target Net Zero Emission 2060.

Pajak Mobil Hybrid di Indonesia

Mobil hybrid menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Meski lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional, emisi yang dihasilkan masih ada, walau lebih rendah.

Perbedaan utama dibanding mobil listrik:

  • PKB: Umumnya lebih murah ±10–20% dari kendaraan konvensional dengan kapasitas mesin setara
  • BBNKB: Tidak mendapatkan pembebasan penuh, hanya potongan terbatas
  • PPnBM: Dikenakan, tetapi dengan tarif lebih rendah (antara 6%–8%) dibanding kendaraan konvensional (10%–40%)

Contoh:

Pajak tahunan dan biaya lainnya bisa berbeda tergantung lokasi dan kebijakan daerah masing-masing.

Perbandingan Singkat

AspekMobil ListrikMobil Hybrid
EmisiNolRendah
PKBPotongan hingga 90%Potongan terbatas (±10–20%)
BBNKBDapat dibebaskanTetap dikenakan
PPnBMBebasDikenakan (6–8%)
Biaya OperasionalRendahSedang
Insentif TambahanBebas ganjil-genap, subsidiPotongan pajak terbatas

Mengapa Pajak Mobil Hybrid Masih Lebih Tinggi?

Meskipun hybrid lebih ramah lingkungan, emisi karbon yang dihasilkan membuatnya tidak bisa dikategorikan sebagai kendaraan listrik murni. Oleh karena itu, potongan pajaknya tidak sebesar mobil listrik.

Namun, dibanding kendaraan bensin biasa, mobil hybrid tetap menawarkan efisiensi dan beban pajak yang lebih rendah.

Kebijakan Terbaru Tahun 2025

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan telah mengumumkan beberapa kebijakan terkait kendaraan ramah lingkungan:

  • Insentif fiskal untuk kendaraan listrik masih berlanjut hingga akhir 2025
  • Pengurangan PPnBM berdasarkan tingkat emisi dan konsumsi BBM per kilometer
  • Target produksi lokal kendaraan listrik untuk meningkatkan adopsi

Referensi dapat dilihat pada situs resmi seperti pajak.go.id, Oto Detik, dan portal resmi produsen mobil seperti Toyota Astra.

Tips Sebelum Membeli Mobil Hybrid atau Listrik

1. Cek Pajak Tahunan dari STNK

Sebelum membeli, Anda bisa minta penjual menunjukkan nilai PKB yang tercantum di STNK agar bisa mengestimasi biaya tahunan.

2. Gunakan Kalkulator Pajak Resmi

Situs pajak pemerintah atau beberapa dealer resmi menyediakan kalkulator pajak yang bisa Anda gunakan untuk simulasi.

3. Bandingkan Total Cost of Ownership (TCO)

Pertimbangkan bukan hanya harga mobil, tapi juga biaya pajak, servis, dan konsumsi energi selama 5 tahun ke depan.

Kesimpulan

Mobil listrik mendapatkan insentif pajak yang jauh lebih besar dibanding mobil hybrid. Jika Anda ingin meminimalkan biaya tahunan dan mendukung lingkungan, mobil listrik bisa jadi pilihan ideal, tentu dengan catatan Anda memiliki akses ke charging station.

Namun jika ingin fleksibilitas penggunaan dan tetap hemat pajak, mobil hybrid adalah kompromi yang menarik.

Untuk melihat pilihan mobil hybrid dari berbagai merek dan skema cicilan menarik, kunjungi katalog berikut Lihat Mobil Hybrid di Momobil.id

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Keluarga Irit BBM 2025

FAQ – Pajak Mobil Hybrid dan Listrik

Apakah mobil hybrid kena pajak?

Ya, mobil hybrid tetap dikenakan pajak kendaraan, tetapi tarifnya lebih rendah dibanding mobil konvensional.

Berapa pajak mobil Zenix Hybrid?

Rata-rata sekitar Rp3,2 juta per tahun, tergantung wilayah dan tipe.

Apakah pajak mobil hybrid akan dihapus?

Hingga 2025, belum ada rencana penghapusan pajak. Namun, insentif pengurangan tetap berlaku.

Berapa pajak CR-V Hybrid?

Sekitar Rp3,5–4 juta per tahun, tergantung tipe dan lokasi registrasi.

Berapa pajak C-HR Hybrid?

Rata-rata berada di kisaran Rp4 juta per tahun. Nilai ini bisa berbeda tergantung tahun pembuatan dan daerah.

Simulasi Kredit

Simulasi kredit

Sudah ketemu mobil impianmu? Cek simulasi cicilannya disini

bayar pajak mobil
berita otomotif
Pajak Mobil
pajak mobil hybrid
Pajak Mobil Listrik





Whats App LogoChat