Patut Bangga! Ini 12 Merek Mobil Buatan Indonesia

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 9 December 2022

Patut Bangga! Ini 12 Merek Mobil Buatan Indonesia

momobil.id – Tidak kalah dengan produsen mobil luar negeri, Indonesia juga memiliki beberapa merek mobil. Mobil nasional sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990an. Ada beberapa proyek mobil nasional baik prototipe maupun mobil produksi. Berikut ini merupakan daftar merek mobil buatan Indonesia.

1. Esemka

Esemka - Mobil Buatan Indonesia
Esemka

Merek mobil asli Indonesia ini merupakan produk PT Solo Manufaktur Kreasi yang pabriknya berada di Solo, Jawa Tengah. Nama Esemka sendiri berasal dari kata “SMK”, di mana mobil dibuat langsung oleh siswa SMK. Tujuannya diluncurkan merek SMK untuk mengembangkan sektor mobil nasional.

Mobil Esemka pertama kali resmi meluncur pada tahun 2019. Ada dua varian mobil yang saat itu diluncurkan, yaitu Esemka Bima 1.2L dan Bima 1.3L. Mobil Esemka dijual dengan harga mulai dari Rp95 juta.

Meskipun buatan Indonesia, Esemka tidak disebut sebagai mobil nasional karena merek ini sepenuhnya dikelola oleh swasta. Perusahaan ini memiliki kapasitas produksi 12.000 unit per tahun. Setiap bulan, Esemka mampu memproduksi 10 unit SUV dan mini truck. Komponen mobil disumbang langsung oleh PT INKA dan Pertamina.

2. Timor

Timor
Timor

Salah satu mobil nasional yang berhasil dijual massal adalah Timor. Merek mobil asal Indonesia ini berada di naungan PT Timor Putra Nasional. Timor pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996. Perusahaan tersebut mendapatkan dukungan oleh Presiden Indonesia saat itu, Alm. Bapak Soeharto.

Pada masanya, Timor merupakan proyek mobil nasional dengan pendanaan paling besar. Nama Timor sendiri merupakan singakatan dari “Teknologi Industri Mobil Rakyat”. Mobil Timor mendapatkan kebebasan pajak dan biaya lain karena diproduksi di Tanah Air. Oleh karena itu, harga mobil ini tergolong murah pada masanya.

Mobil Timor sendiri merupakan versi rebadge dari KIA Sephia yang dirakit secara lokal dengan komponen lokal. Merek Timor pun harus tumbang karena adanya krisis moneter pada tahun 1998.

3. Maleo

Maleo - mobil buatan Indonesia
Maleo

Mobil Maleo merupakan salah satu karya Presiden ketiga Indonesia, Alm. Bapak BJ. Habibie. Maleo dirilis pada tahun 1993 dan merupakan hasil pengembangan dari PT Industri Pesawat Terbang Nusantara dengan Rover, perusahaan otomotif asal Inggris.

Maleo dirancang sebagai mobil sedan dengan harga terjangkau. Mobil ini dipatok dengan harga Rp30 jutaan. Dari sektor mesin, mobil ini rencananya dipersenjatai mesin 1.200 cc 3 silinder yang menggunakan mesin 2 tak dan teknologi injeksi.

Proyek Maleo direncanakan sebagai mobil rakyat. Terdapat 11 rancangan mobil Maleo hingga tahun 1997. Meskipun demikian,

4. Kancil

Warga Jakarta pasti sudah tidak asing dengan mobil Kancil. Kancil merupakan kendaraan angkutan umum yang diposisikan untuk menggantikan bajaj dan bemo. Mobil Kancil sendiri hadir pada tahun 1999 oleh PT Karunia Abadi Niaga Citra.

Nama Kancil bukan diambil dari nama hewan. Kancil merupakan singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah. Mobil ini dijual dengan harga murah, yaitu sekitar Rp17 jutaan. Setara dengan harga motor, mobil ini cocok untuk digunakan sebagai kendaraan pribadi.

Soal dapur pacu, Kancil dibekali dengan mesin 404 cc yang mampu menghasilkan torsi sebesar 28 Nm pada 2.500 RPM. Meskipun bukan kendaraan yang bertenaga, Kancil cocok digunakan sebagai kendaraan sehari-hari.

5. Mahesa

Salah satu merek mobil yang dikhususkan bagi petani adalah Mahesa. Mobil ini dibuat oleh Sukiyat dengan konsep pedesaan. Mahesa sendiri hadir dengan tiga tipe bodi, yaitu pick up, double cabin, dan pertanian. Mobil buatan Indonesia ini dijual mulai dari harga Rp50 jutaan.

Soal dapur pacu, Mahesa ditenagai mesin diesel 1 piston berkapasitas 650 cc. Mesin tersebut dikenal irit konsumsi bahan bakar, mampu menyentuh angka 30 km/liter. Meskipun demikian, mesin yang dimiliki Mahesa hanya mampu melaju dengan kecepatan maksimal 55 km/jam. Mobil ini menggunakan sistem power take off (PTO) yang langsung terkoneksi dengan mesin pertanian.

Baca Juga: Ngaku Anak Mobil? Tahukah Beberapa Club Mobil Indonesia?

6. GEA

Diciptakan oleh BUMN PT INKA, GEA merupakan mobil Indonesia yang menggunakan sumber tenaga mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategi Nasional). Mesin tersebut merupakan sebuah proyek dari BPPT.

Soal dapur pacu, GEA dibekali dengan mesin bensin berkapasitas 640cc 2 silinder. Mobil ini kabarnya memiliki bentuk city car dan dibanderol dengan harga Rp45 juta – Rp50 juta. Meskipun demikian, nama dari mobil GEA sendiri sudah tidak terdengar lagi saat ini.

7. Tawon

Dibuat oleh PT Super Grasindo Jaya pada tahun 2021, Tawon merupakan kendaraan jenis caravan asli buatan Indonesia. Mobil ini merupakan hasil karya pelajar SMK yang berasal dari Rangkasbitung.

Tawon dipersenjatai dengan mesin 650 cc yang memiliki efisiensi bahan bakar layaknya sebuah low cost green car (LCGC). Saat meluncur, mobil ini dijual dengan harga Rp43 juta hingga Rp65 juta. Sayangnya, kabar mengenai mobil Tawon saat ini tidak terdengar lagi.

8. Beta 97

Selain Esemka, salah satu mobil yang diproduksi dan dikembangkan dalam negeri adalah Beta 97. Mobil ini dikembangkan oleh PT Bakrie Motor dan sudah dilakukan berbagai macam pengetesan. Tes yang dilakukan antara lain bodi mobil, suspensi, ketahanan terhadap getaran, dan sistem elektronik.

Meskipun sudah mengalami beberapa pengetesan, sayangnya mobil ini tidak dijual. Proyek dari Beta 97 terpaksa harus dihentikan akibat krisis moneter di Indonesia pada tahun 1998.

9. AMMDes

Mengambil singkatan dari Alat Mekanis Multiguna Pedesaan, produk AMMDes merupakan salah satu mobil buatan Indonesia yang sudah masuk ke pasar luar negeri. Mobil ini didesain dengan konsep pedesaan dan dirancang tangguh dalam menghadapi segala medan. AMMDes cocok dikendarai di jalanan pedesaan yang berbatu dan tidak rata.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2018, AMMDes sudah diekspor lebih dari 10.000 unit dalam kurun waktu 5 tahun. Mobil ini diekspor ke berbagai negara, termasuk Afrika dan Nigeria.

Kemampuan off-road AMMDes ditunjang oleh mesin diesel bertenaga 14 tenaga kuda dengan torsi besar yang disalurkan ke penggerak roda belakang. AMMDes mampu mengangkut beban hingga 700 kg.

10. Tucuxi

Tucuxi

Salah satu mobil dengan desain menarik bak hypercar adalah Tucuxi. Prototipe mobil Tucuxi diperkenalkan pertama kali pada tahun 2012. Mobil ini merupakan sebuah karya dari Danet Suryatama, alumni ITS Surabaya dan University of Michigan. Danet adalah seorang mantan pegawai Chrysler yang memiliki pabrik mobil ElectrikCar di Michigan.

Tucuxi merupakan mobil pesanan menteri BUMN pada saat itu, Dahlan Iskan. Soal dapur pacu, Tucuxi dipersenjatai baterai Lithium Iron Phosphate (LiFEPO4) yang bisa menempuh jarak sejauh 321km. Baterai ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 268hp.

11. Selo

Tidak hanya Italia, Indonesia juga memiliki supercar. Selo merupakan merek mobil buatan Indonesia dengan bentuk supercar yang dirancang oleh Ricky Nelson. Mobil ini diperkenalkan pada tahun 2013 dengan eksterior yang super mewah layaknya Ferrari dan Lamborghini.

Meskipun tampilannya sangar, Selo termasuk mobil ramah lingkungan. Mobil supercar ini ditenagai dengan motor listrik yang mampu menghasilkan daya sebesar 182 tk. Selo mampu menempuh jarak hingga 250 km/jam dengan pengisian daya baterai yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam.

12. Bimantara

Bimantara
Bimantara

Salah satu proyek mobil nasional tahun 1990-an yang dijual massal selain Timor adalah Bimantara. Bimantara merupakan versi rebadge dari produk asal Korea Selatan, yaitu Hyundai.

Ada dua mobil yang dijual secara massal pada saat itu, yaitu Bimantara Cakra dan Bimantara Nanggala. Cakra merupakan versi rebadge dari Hyundai Accent. Sementara Nanggala merupakan versi rebadge dari Hyundai Elantra. Sayangnya, merek Bimantara harus dihentikan penjualannya pada tahun 1998 akibat krisis moneter.

mobil terkait

Rp 295.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 622.900.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 346.700.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 324.000.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 1.605.600.000

Individu

JAKARTA


Kembali ke atas