Pelanggaran Lalu Lintas akan Terapkan Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut Jika…

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 14 June 2024

Pelanggaran Lalu Lintas akan Terapkan Sistem Poin, SIM Bisa Dicabut Jika…

momobil.id – Korlantas Polri akan menerapkan sistem pemberian poin yang diberi nama Traffic Attitude Record (TAR) pada para pemegang SIM alias Surat Izin Mengemudi yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Poin ini akan diberikan bagi pemegang SIM yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Semakin besar pelanggarannya, maka poin yang diberikan juga akan mengikuti. Poin yang didapatkan bersifat akumulasi. Jika akumulasi dari poin yang didapat cukup banyak, SIM terancam dicabut.

Penerapan sistem poin pada SIM ini sebenarnya sudah diatur pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi.

Pada BAB III soal penandaan SIM pasal 33, disebutkan bahwa Polri berwenang memberikan tanda atau data pelanggaran terhadap SIM milik pengemudi yang melakukan pelanggaran tindak pidana lalu lintas.

Kemudian pasal 34 menyebutkan, pemberian tanda itu dilakukan dengan memberikan poin untuk setiap pelanggaran tindak pidana lalu lintas.

“Ke depan kita akan ada soft launching traffic attitude record. Di situ akan ada poin penindakan pelanggaran yang ringan, sedang, dan berat yang akan mendapatkan nilai poin terhadap pengemudi itu sendiri,” ujar Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen R. Slamet Santoso seperti dikutip dari laman Divisi Humas Polri (https://humas.polri.go.id/2024/06/12/korlantas-polri-luncurkan-aplikasi-etle-baru-dengan-fitur-pengenalan-wajah/).

“Sehingga nanti akan ada rekomendasi kepada mereka terkait dengan perilaku mereka berkemudi. Itu bisa kita potong nilainya dan atau bisa juga sampai ke pemberlakuan SIM bisa kita cabut,” tambahnya.

Baca juga: Hyundai Palisade Kini Punya Varian XRT, Apa Bedanya dengan Prime dan Signature?

Sebagai informasi, poin untuk pelanggaran lalu lintas ini meliputi 5 poin, 3 poin, dan 1 poin. Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas, poinnya meliputi 12 poin, 10 poin, dan 5 poin.

Kemudian pada pasal 37 disebutkan akan dilakukan akumulasi poin apabila pengemudi melakukan pelanggaran lalu lintas dan/atau kecelakaan lalu lintas. Akumulasi 12 poin akan dikenakan penalti 1, dan 18 poin penalti 2.

Pemilik SIM yang dikenakan penalti 1 dan penalti 2 tidak dapat melakukan perpanjangan SIM. Dengan 12 poin itu juga, SIM akan ditahan sementara atau dicabut sementara sebelum putusan pengadilan. Sementara pemilik SIM harus melaksanakan pendidikan dan pelatihan pengemudi bila ingin dapat SIM kembali.

Kemudian pada pasal 39 disebutkan, pemilik SIM yang mencapai 18 poin dikenakan sanksi pencabutan SIM atas dasar putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Pemilik SIM yang dikenakan sanksi itu harus melaksanakan putusan pengadilan tersebut berikut masa waktu sanksi pencabutan SIM apabila ada dalam putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

mobil terkait

Rp 373.000.000

Individu

PALEMBANG

Rp 453.000.000

Individu

PALEMBANG

Rp 412.000.000

Individu

PALEMBANG

Rp 370.000.000

Individu

PALEMBANG

Rp 112.000.000

Individu

DENPASAR

Rp 145.000.000

Individu

DENPASAR


Kembali ke atas