Penyebab Mobil Terasa Oleng: Jangan Diabaikan, Cek Komponen Ini

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 20 May 2024

Penyebab Mobil Terasa Oleng: Jangan Diabaikan, Cek Komponen Ini

momobil.id – Mobil terasa meliuk-liuk ketika sedang berjalan terasa tidak nyaman dikendarai. Kondisi ini kerap disebut mobil oleng, dan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab.

Beberapa orang mungkin ada yang beranggapan penyebab mobil oleng karena memacu kecepatan tinggi. Namun mobil oleng juga bisa terjadi pada kecepatan rendah. Bila hal ini terjadi, artinya adal komponen yang bermasalah.

Mobil yang terasa oleng merupakan indikator awal adanya kerusakan pada komponen tersebut. Bila mobil terus dipaksa berjalan tanpa perbaikan, risiko terjadinya kecelakaan bisa meningkat.

Pada umumnya, penyebab mobil oleng meski dalam kecepatan rendah bisa karena dua hal yakni:

Kondisi ban

Tekanan ban yang tidak seimbang dapat membuat mobil kehilangan traksi dan sulit dikendalikan, sehingga terasa oleng. Selain itu, ban yang aus atau mengalami kerusakan seperti benjolan atau keretakan pada dinding samping bisa mempengaruhi kemampuan manuver dan keseimbangan mobil secara keseluruhan.

Ban aus seperti tapak yang sudah halus membuat fungsinya mencengkeram jalan menjadi berkurang sehingga mobil lebih mudah kehilangan kendali.

Suspensi bermasalah

Sistem suspensi pada mobil berfungsi untuk meredam guncangan dan menjaga keseimbangan saat melaju. Jika terdapat masalah pada suspensi, kemampuannya dalam meredam guncangan dan menjaga keseimbangan mobil akan terganggu.

Beberapa contoh masalah suspensi yang dapat menyebabkan mobil oleng adalah shockbreaker yang rusak, komponen suspensi aus seperti bushing dan ball joint, atau ketidaksejajaran roda akibat benturan atau kesalahan balancing. Kondisi ini dapat membuat mobil terasa limbung dan tidak nyaman dikendarai.

Baca juga: Sederet Fitur Canggih Suzuki XL7 Hybrid: Smart e-Mirror Hingga Teknologi ESP

Adapun guna mencegah terjadinya mobil oleng, pemilik mobil bisa memeriksa tekanan ban secara rutin minimal sebulan sekali atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Rekomendasi tekanan ban dari pabrikan biasanya tertera pada stiker di pilar pintu atau buku manual mobil.

Kemudian untuk perawatan suspensi, jadwalkan perawatan komponen ini secara berkala di bengkel minimal setiap 6 bulan sekali atau tiap 10.000 km. Nantinya bengkel juga akan memeriksa kondisi shockbreaker, bushing, ball joint, dan kesejajaran roda.

mobil terkait

Rp 130.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 232.000.000

Individu

PONTIANAK

Rp 118.000.000

Individu

JEMBER

Rp 198.000.000

Individu

JEMBER

Rp 230.000.000

Individu

DENPASAR

Rp 195.000.000

Individu

DENPASAR


Kembali ke atas