Perbandingan Keawetan Angin Ban Jika Diisi Nitrogen dan Oksigen

Ditulis oleh : Helen Birgitta | 8 August 2019

Perbandingan Keawetan Angin Ban Jika Diisi Nitrogen dan Oksigen

momobil.id – Ban mobil yang berisikan nitrogen disebut tak cepat habis anginnya sehingga pengemudi tidak perlu terlalu sering datang ke tempat tambal ban untuk menambah tekanan angin. Tekanan angin ban yang diisi nitrogen diklaim bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan angin biasa (oksigen), lantaran nitrogen memiliki beberapa keunggulan karena ukuran partikelnya yang lebih besar.

“Angin nitrogen mengandung partikel yang lebih besar, karena partikel-partikel ini memiliki keuntungan menyerap panas lebih mudah,” kata kepala instruktur Indonesian Safety Safety Officer (IRSA) Indonesia, Poedyo Santosa.

“Lalu, karena memiliki partikel besar, jika terjadi kebocoran di ban, ia lebih lambat dari angin biasa. Nitrogen tidak teroksidasi dengan udara, yang berarti tidak timbul karat. Jika kita membuka pelek suka timbul karat, itu tidak akan terjadi, ” lanjut Poedyo.

Baca Juga: Teknik macet-macetan di tanjakan ketika menggunakan mobil manual

Mengisi ban dengan nitrogen juga akan memperpanjang umur ban karena tekanannya sesuai, sehingga setelah habis akan merata. Daya cengkram dan kinerja ban juga dapat dioptimalkan dengan grip yang baik. Selain itu, daya cengkram ban yang stabil akan membantu kendaraan dalam menghemat BBM karena kinerja mesin menjadi lebih mudah.

Seperti dilansir detikOto ban mobil yang diisi nitrogen mampu bertahan tanpa menambah angin hingga dua bulan. Sementara ban yang diisi dengan udara biasa, dalam dua hingga tiga minggu sudah harus menambah angin. Ban yang diisi angin biasa, bisa turun hingga 20 psi dari semula 33 psi dalam waktu kurang dari dua minggu.

Sumber gambar: AUTOLOUNGE


Kembali ke atas