Perbedaan DOHC dan SOHC di Mesin Mobil, Lebih Bagus Mana?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 12 May 2020

Perbedaan DOHC dan SOHC di Mesin Mobil, Lebih Bagus Mana?

momobil.id – Jika melihat brosur mobil, biasanya tertera spesifikasi mobil tersebut seperti mesin SOHC 4 silinder 8 katup segaris atau DOHC 4 silinder 16 katup. Meski begitu, tak semua orang mengetahui apa perbedaan SOHC dan DOHC pada mesin mobil.

SOHC merupakan akronim dari Single Over Head Camshaft dan DOHC adalah singkatan dari Double Over Head Camshaft. Seperti dilansir Carvaganza, baik SOHC maupun DOHC amat berperan dalam pembakaran internal. Ujung-ujungnya pada efisiensi jumlah asupan bahan bakar.

Sesuai kepanjangannya, SOHC berarti hanya ada satu noken as yang digunakan pada mesin. Secara umum mesin segaris kerap memiliki satu noken as. Noken as terletak di tengah cylinder head, sehingga SOHC memiliki dua katup.

Satu berfungsi mengatur bahan bakar masuk, dan lainnya mengatur keluar semburan gas buang. Pengaturan buka-tutup klep digerakkan oleh rocker arm yang terhubung langsung dengan noken as. Namun seiring perkembangan teknologi, sekarang ada juga mesin SOHC dengan empat katup.

Perbedaan SOHC dan DOHC yakni mesin DOHC tertanam dua noken as pada mekanikal pacu. Dalam satu piston ada dua camshaft yang masing-masing menggerakkan dua katup sekaligus. Satu buah difungsikan guna mengatur dua katup sebagai pintu masuk campuran bensin dan udara ke ruang bakar. Sementara lainnya menata bukaan dua katup untuk jalur keluarnya gas buang

Dengan dua katup artinya membuat kapasitas campuran bensin dan udara ke ruang bakar lebih banyak. Selain itu, adanya dual katup juga menjadikan mesin lebih dingin lewat distribusi operasi yang sama. Beberapa pabrikan mengklaim mesin DOHC memberi rasa berkendara lebih mulus tanpa adanya gangguan suara bising dari jantung mekanis. Akselerasi pun disebut lebih tangkas.

Baca juga: Ketahui Kesalahan Dasar Ketika Mengendarai Mobil Manual

Empat katup pada mesin DOHC, sayangnya membutuhkan lebih banyak daya untuk mengatur kedua klep. Makin banyak tenaga yang dipakai, membuat konsumsi bahan bakar lebih besar. Bisa dibilang mesin SOHC cukup efisien dari sisi bahan bakar. Tapi bukan berarti mesin DOHC tak bisa hemat dari sisi bahan bakar. Jika disandingkan dengan teknologi VVT, maka mesin DOHC juga bisa tetap irit bahan bakar.

Sebagai informasi, penyebutan teknologi VVT ini agak berbeda-beda dari tiap pabrikan. Istilah teknologi VVT digunakan Suzuki, sedangkan Toyota menggunakan istilah VVT-i dan mengembangkannya lagi menjadi dual VVT-i. Sementara Honda menyebutnya dengan VTEC dan i-VTEC.



Kembali ke atas