Mengenal Perbedaan Mobil Full Hybrid dan Mild Hybrid

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 29 November 2022

Mengenal Perbedaan Mobil Full Hybrid dan Mild Hybrid

momobil.id – Saat ini, banyak pabrikan otomotif fokus untuk menjajakan kendaraan elektrifikasi. Salah satu teknologi yang dipakai adalah mobil dengan mesin hybrid. Perlu diketahui, sistem hybrid juga memiliki banyak macamnya. Ada mobil yang seutuhnya hybrid, ada juga versi mild hybrid. Lantas, apa perbedaan antara mobil full hybrid dengan mild hybrid?

Mobil Full Hybrid

Jenis full hybrid merupakan mobil yang memiliki dua sumber energi, yaitu mesin berbahan bakar konvensional dan motor listrik. Baik mesin maupun motor listrik mampu menggerakan kendaraan tersebut.

Pada sistem hybrid, mesin konvensional dan motor listrik mampu bekerja secara parsial, atau berbarengan ketika menggerakan kendaraan. Mobil full hybrid biasanya bisa melaju hanya menggunakan motor listrik dalam waktu yang cukup lama.

Pada beberapa mobil full hybrid, energi listrik menjadi fokus sumber daya penggerak utama ketika mobil dalam kecepatan yang rendah. Motor listrik akan bekerja untuk menggerakan mobil. Ketika mobil membutuhkan tenaga yang lebih, maka mesin membantu motor listrik untuk memberikan energi.

Di Indonesia, beberapa pabrikan otomotif sudah banyak menjual mobil full hybrid. Beberapa contoh mobil hybrid misalnya seperti Toyota Corolla Altis Hybrid, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Wuling Almaz Hybrid, dan Lexus UX 300e.

Mobil Mild Hybrid

Meskipun disebut sebagai mobil hybrid, mobil mild hybrid pada dasarnya merupakan mobil bermesin konvensional. Mobil dengan teknologi mild hybrid menggunakan mesin bahan bakar sebagai sumber utamanya. Jenis mild hybrid tidak memiliki motor listrik sebagai sumber tenaga alternatif.

Ketika mobil dalam keadaan berhenti, mesin akan non-aktif sesaat. Namun, seluruh sistem pada mobil akan tetap menyala dan bekerja dengan normal. Energi yang dibutuhkan untuk mendukung kerja sistem yang menyala disuplai dari baterai.

Pada mobil berjenis mild hybrid, terdapat sebuah komponen bernama Integrated Starter Generator (ISG). Komponen ini berfungsi menggantikan alternator konvensional. Dengan adanya motor ISG, kinerja dari mesin akan lebih bertenaga.

Di Indonesia, salah satu contoh mobil yang menggunakan mesin mild hybrid adalah Suzuki Ertiga Smart Hybrid.

Baca Juga: Tidak Sulit! Ini Tips Merawat Mobil Hybrid

Perbedaan antara Mild Hybrid dan Full Hybrid

Sistem mild hybrid dan full hybrid tidak sepenuhnya sama. Berikut adalah perbedaannya.

1. Cara Kerja

Perbedaan paling signifikan terdapat pada cara kerjanya. Mobil full hybrid mengandalkan mesin konvensional dan motor listrik untuk melaju. Baik mesin konvensional dan motor listrik mampu bekerja secara parsial (masing-masing) atau berbarengan.

Berbeda dengan mobil full hybrid, mobil mild hybrid menggunakan mesin konvensional sebagai sumber penggeraknya. Baterai pada mobil mild hybrid hanya bekerja sebagai mekanisme tambahan. Mobil mild hybrid juga tidak memiliki motor listrik.

2. Kapasitas Baterai

Kapasitas baterai pada mobil full hybrid pada umumnya lebih besar dibandingkan dengan mobil mild hybrid. Hal ini dikarenakan baterai mobil full hybrid berfungsi untuk memberi tenaga pada motor listrik. Sementara baterai pada mobil mild hybrid berfungsi sebagai mekanisme tambahan agar mengurangi konsumsi bahan bakar. Meskipun demikian, kapasitas baterai yang lebih besar membuat cara kerja mesin pada mobil full hybrid akan menjadi lebih optimal dan ramah lingkungan.

Jika dibandingkan, baterai yang dimiliki oleh mobil mild hybrid tergolong kecil hanya 6Ah. Sementara baterai pada mobil full hybrid bisa mencapai 108Ah.

3. Efisiensi Bahan Bakar

Soal efisiensi bahan bakar, mobil dengan mesin full hybrid tentu akan lebih efisien, irit, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan mobil mild hybrid. Hal ini dikarenakan mesin bekerja sama dengan motor listrik dan baterai, membuat konsumsi bahan bakar semakin sedikit.

Sementara pada mobil mild hybrid, sumber energi seutuhnya ada pada mesin konvensional. Sehingga, konsumsi bahan bakar relatif lebih boros ketimbang mobil full hybrid.

4. Harga

Dengan teknologi yang lebih canggih, harga mobil full hybrid akan lebih mahal ketimbang mobil mild hybrid. Sebagai contoh, Suzuki Ertiga dengan teknologi mild hybrid dibanderol dengan harga Rp270juta – Rp290 jutaan. Sementara mobil hybrid termurah di Indonesia adalah Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tipe G dengan harga Rp450 jutaan.

mobil terkait

Rp 295.000.000

Individu

BANDUNG

Rp 622.900.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 346.700.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 324.000.000

Individu

JAKARTA PUSAT

Rp 1.605.600.000

Individu

JAKARTA


Kembali ke atas