Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Turbocharger dan Supercharger

Ditulis oleh : Farah Diba Agustine

6 November 2019

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Turbocharger dan Supercharger

momobil.id – Perangkat penambah tenaga mobil turbocharger dan supercharger pasti tidak asing lagi di dunia otomotif. Fungsinya yang sama seringkali membuat orang-orang menganggap kedua perangkat ini sama sekali tak ada bedanya. Padahal, cara kerja turbocharger dan supercharger memiliki perbedaan dan dapat disesuaikan dengan selera dan kebutuhan pengguna.

Sebagai penambah tenaga (forced induction), baik turbo atau supercharger bekerja dengan mengalirkan udara yang telah dikompresi masuk ke dalam mesin untuk digunakan saat pembakaran sehingga tenaga yang dihasilkan lebih besar. Untuk mengerjakan hal tersebut, turbocharger dan supercharger membutuhkan power supply, disini lah letak perbedaan kedua perangkat tersebut.

Seperti namanya, turbocharger bekerja dengan putaran turbin turbo. Turbin tersebut dapat berputar berkat gas buang hasil pembakaran. Putarannya diketahui dapat mencapai 250 ribu RPM, tiga puluh kali lebih cepat dibanding mesin biasa. Proses produksi tenaga pun tidak berlangsung lama meskipun terdapat jeda, sehingga turbocharger dapat langsung melesatkan kendaraan.

Jeda antara waktu menginjak pedal gas hingga turbin dapat berputar dengan maksimal yang disebut turbo lag. Hal ini dikarenakan gas buang yang diproduksi belum banyak pada putaran rendah. Semakin naik putarannya, semakin besar gas buangnya dan turbocharger baru akan bekerja maksimal.

Turbocharger dilengkapi dengan wastegate yang dapat menekan emisi karena kemampuannya mengatur tekanan gas buang yang dialirkan ke dalam turbin. Selain itu, wastegate dapat membuka serta menutup ventilasi.

Berbeda dengan turbocharger, supercharger memiliki kemampuan untuk memaksa banyak udara masuk dan mengompresinya. Supercharger bekerja dengan bantuan belt yang terhubung ke mesin dan mendapatkan daya dari crankshaft untuk menggerakkan kompresornya.

Dengan cara kerja tersebut, supercharger dapat menghasilkan 46 persen tenaga lebih besar dengan putaran 50.000 RPM. Jika dibandingkan dengan turbocharger yang memanfaatkan gas buang (emisi), pengambilan daya supercharger dari mesin crankshaft dianggap kurang efisien karena beban mesin otomatis ikut bertambah.

Namun, terhubungnya langsung kompresor dengan mesin justru menjadikan proses kompresinya lebih cepat dibandingkan turbocharger yang memiliki turbo lag (harus menunggu aliran gas buang membesar). Jadi, begitu mesin dinyalakan dan gas diinjak, tenaganya dapat langsung bertambah.

Karena bekerja ekstra untuk menambah tenaga mobil, proses kerja turbocharger dan supercharger dapat menghasilkan panas. Untuk mendinginkannya, dapat dipasangkan intercooler.

Sumber gambar: Car News And Reviews

berita terkait lainnya

momobil.id, Situs Jual Beli Mobil Bekas Terbaik di Indonesia

Perusahaan pembiayaan otomotif dan multiguna terbesar di Indonesia, PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk (Adira Finance), secara resmi meluncurkan momobil.id yaitu satu-satunya used-car marketplace yang memiliki layanan terlengkap di Tanah Air. momobil.id merupakan platform jual beli mobil bekas yang mempertemukan pembeli dengan penjual mobil bekas perorangan (C2C) dan dealers (B2C). momobil.id menjadi situs jual beli mobil bekas terbaik di Indonesia... Read More

Kembali ke atas