Perhatikan Hal Ini Sebelum Ganti Rem Cakram Mobil

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 10 July 2020

Perhatikan Hal Ini Sebelum Ganti Rem Cakram Mobil

momobil.id – Ada anggapan bahwa mengganti ukuran cakram rem mobil dengan yang lebih besar maka sistem pengereman akan lebih bagus dan pakem. Benarkah seperti itu?

Ketika ingin mengganti sistem pengereman mobil bawaan dengan big brake kit (BBK), jangan asal ganti ukuran cakram rem mobil yang lebih besar. Pasang big brake kit menjadi salah satu modifikasi yang mengejar peningkatan performa pengereman mobil.

Selain kaliper rem jadi lebih besar, penggantian ukuran rem cakram (disc brake) big brake kit juga harus diperhatikan. “Paling minimal ukuran diameter cakram harus 100 mm lebih kecil dari diameter pelek mobil,” tekan Hans Steven, pemilik bengkel spesialis Speed’Z Performance, Cipondoh kepada GridOto.com.

“Berarti ukuran cakram rem yang direkomendasikan adalah 330 mm, itu paling mentok,” tegas Hans. Bukan tanpa alasan, menurut Hans sisa ruang 100 mm dibuat supaya ukuran kaliper yang semakin besar bisa muat masuk ke dalam pelek tanpa bergesekan saat berjalan.

Baca juga: Melihat Spesifikasi Electrovair, Mobil Listrik Lawas Besutan GM

“Ditambah sisi dalam pelek itu diameternya bisa lebih kecil, jadi sewaktu bongkar pasang pelek juga tidak mudah mentok yang rawan bikin rusak pelek atau kaliper,” terang Hans.

Tambah Hans, pemasangan ukuran cakram rem yang lebih besar dengan menggunakan kaliper yang kecil membuat performa big brake kit menjadi sia-sia. “Kalau ukurannya lebih kecil, kaliper yang dipakai bisa disesuaikan, jangan cakram besar tapi pakai kaliper 2 pot malah susah ngerem,” canda Hans.

Adapun pemilik mobil sebaiknya juga tak hanya fokus pada komponen cakram rem. Karena dalam sistem pengereman itu sendiri, masih ada komponen lain yang sama pentingnya. Misalnya seperti minyak rem, yang perlu diganti secara berkala.

Kewajiban mengganti secara berkala ini karena dalam minyak rem mobil terdapat zat aditif yang memiliki masa kadaluarsa.

Tidak hanya itu saja, terlambat atau malas mengganti minyak rem bisa menyebabkan kerusakan di bagian seal master mobil. Kondisi ini jelas sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kendaraan hilang kendali atau istilah lainnya rem blong. Minyak rem pun mengandung sejumlah zat yang bisa merusak bodi kendaraan saat terjadi kebocoran.

Mengenai kapan minyak rem mobil harus ganti, idealnya penggantian dilakukan per 20.000-30.000 km sekali. Untuk biayanya, pergantian minyak rem ini tergolong murah karena hanya sekitar Rp30 ribuan hingga Rp50 ribuan saja. Harga ini tentu saja sudah termasuk ongkos pasang dan pergantian minyak rem baru.


Kembali ke atas