Perlukah AC Mobil Dimatikan Sebelum Mematikan Mesin?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 20 December 2020

Perlukah AC Mobil Dimatikan Sebelum Mematikan Mesin?

momobil.id – Sistem pendingin udara atau AC merupakan salah satu komponen penting guna menunjang kenyamanan selama berkendara. Karena itu, komponen yang satu ini perlu diperhatikan dan mendapat perawatan rutin agar kinerja AC mobil tetap maksimal. Salah satu anggapan yang beredar di masyarakat terkait perawatan AC adalah jangan matikan mesin ketika AC mobil masih menyala.

Dalam rangka perawatan AC mobil, ada anggapan bahwa sebaiknya jangan menyalakan AC sebelum mesin dihidupkan. Demikian juga saat mematikan mobil, jangan matikan mesin ketika AC mobil masih menyala atau AC belum dimatikan. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah hal tersebut benar-benar harus dilakukan dalam rangka merawat AC?

“Oh, itu kalau mobil zaman dulu iya, kalau sekarang kan sudah diatur sama ECU (Electronic Control Unit) semua. Jadi kalaupun AC dalam keadaan nyala, lalu langsung starter mobil juga tidak apa-apa,” terang Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, seperti dilansir Kumparan.

Didi menjelaskan mobil-mobil baru saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi canggih dan sistem kerja yang terpusat. “Soalnya AC itu tidak langsung menyala (sekalipun dalam kondisi on sebelumnya). Dia sudah diatur sama ECU kalau di mobil zaman sekarang,” jelasnya.

Sehingga, menurut dia untuk mobil-mobil yang sistem kelistrikannya sudah terkomputerisasi, tidak perlu lagi merasa khawatir. Kemudian, teknologi AC pada mobil kekinian, juga dirancang mampu beroperasi dengan kondisi yang ekstrem; diatur dengan temperatur rendah ataupun kipas maksimal dalam waktu lama.

Baca juga: Mobil Mesin Bensin Bakal Sulit Hidup Jika Minum Solar, Ini Sebabnya

Didi kemudian menerangkan kalau perawatan AC mobil tidak bisa disamakan dengan AC yang digunakan di dalam ruangan. Ada beberapa trik yang bisa diterapkan untuk merawat AC mobil. “Kalau kayak AC di rumah, evaporator itu kan pasti kotor dan harus dibersihkan, masalahnya kalau di kendaraan itu gampang-gampang susah bersihin evaporator, dia harus bongkar dashboard. Nah, kalau di mobil itu beruntungnya ada filter di kabin,” terang dia.

Dengan adanya filter tersebut, partikel kotoran yang dihembuskan angin AC bisa terserap sebelum masuk ke kabin. Sehingga, disarakan untuk melakukan penggantian komponen pada rentang waktu atau kilometer tertentu. “Jadi lebih baik secara berkala ganti filternya, kalau di Toyota itu disarankan tiap 30 ribu kilometer,” ujarnya.


Kembali ke atas