Prediksi Otomotif 2021: Model SUV Masih Banyak Peminat

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 29 December 2020

Prediksi Otomotif 2021: Model SUV Masih Banyak Peminat

momobil.id – Selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020, daftar mobil terlaris setiap bulannya beberapa kali menghadirkan kejutan. Ada model yang sukses menduduki puncak sebagai mobil terlaris pada bulan tertentu. Lalu, bagaimana prediksi industri otomotif pada 2021 mendatang?

Menurut Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, segmen mobil MPV dan SUV menjadi penyumbang penjualan terbesar Toyota tahun ini. Dia juga memprediksi pada tahun depan segmen MPV (multi-purpose vehicle) dan SUV (sport utility vehicle) akan tetap diminati masyarakat Indonesia.

“Melihat trend ya, dua segmen ini (SUV dan MPV) akan masih dominan di tahun depan,” ujar dia melalui pesan WhatsApp kepada Tempo. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota masih menjadi produsen dengan penjualan terbanyak di Indonesia dengan total 142.569 unit wholesales, menguasai 30 persen pangsa pasar, pada Januari-November 2020.

Toyota Veloz
Toyota Veloz

Angka itu turun 43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 304.344 unit. Di pasar ritel, TAM membukukan penjualan 159.450 mobil (31,3 persen market share) atau turun 46,4 persen dibanding 2019 sebanyak 297.584 unit.

“Segmen MPV masih menyumbang penjualan terbesar disusul SUV dan LCGC,” jelasnya. Anton tidak menjelaskan detail bagaimana rencana tahun depan mengenai segmen MPV dan SUV. Sepanjang 2020, Toyota meluncurkan 13 mobil yang sebagian mobil listrik, seperti hybrid dan plug-in hybrid (PHEV) serta mobil listrik murni Lexus UX 300e.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra, memproyeksi bila pasar otomotif pada 2021 belum pulih signifikan. “Pada 2021 GDP Indonesia dari perkiraan IMF itu 5,1 lebih baik dari global. Melihat dari proyeksi yang lebih baik, kami optimis pasar mobil akan lebih baik dari 2020, namun tidak akan menyentuh level seperti 2019 lalu,” ucap Amel dalam konferensi pers Daihatsu, seperti dilansir Kompas.com.

Lebih lanjut Amel menjelaskan, pada akhir 2020 nanti Daihatsu memprediksi pasar mobil untuk wholesale bisa menyentuh hingga 530.000 unit. Sementara dari pencapaian penjualan retailnya, diperkirakan bakal lebih tinggi dari jumlah wholesales yang tembus hingga 565.000 hingga 570.000 unit.

Untuk 2021 nanti, dengan adanya sentimen positif dari pergerakan ekonomi yang arahnya lebih baik serta perkiraan GDP IMF, Amel optimis pencapaiannya bisa lebih tinggi dari saat ini. “Kami perkirakan di 2021 pasar bisa naik di level 700.000 unit, meski belum mencapai angka di 1 juta seperti 2019 tapi pada dasarnya lebih baik, sudah terlihat grafik senyumnya,” kata Amel.

Sementara dari sisi produk, Amel mengatakan untuk tahun ini memang segmen komersial yang tumbuh subur. Hal ini pun nampaknya masih akan sama di 2021, meskipun segmen penumpangnya juga akan ikut naik.

Baca juga: Daftar Brand Mobil Terlaris Sepanjang 2020: Duet Toyota-Daihatsu Mendominasi

“Kondisi tahun depan ekonomi akan bergerak lebih baik, spending lebih banyak secara pemakaian kebutuhan mobil komersial masih akan lebih baik, tapi di passenger juga akan naik karena ekonominya mulai mengeliat,” ujar Amel. “Dari segi model, mobil sejuta umat di Indonesia itu masih MPV, jenis ini masih menjadi idaman. Tapi dari segi tren, SUV juga kelihatan meningkat dari tahun ke tahun,” kata dia.

Seperti diketahui, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto, sebelumnya sudah memperediksikan bila target penjualan mobil di 2021 bisa berada di 750.000 unit. “Kalau dilihat sekaran sudah membaik, jadi harapannya seperti itu. Untuk forecast di 2021 sebanyak 750.000 unit,” ucap Jonkie kepada Kompas.com.

Setelah mendengar prediksi di atas, menarik menunggu bagaimana perjalanan bisnis industri otomotif pada 2021 mendatang.

Sumber gambar: Shutterstock


Kembali ke atas