Rencana dan Strategi Baru Nissan: Luncurkan 12 Model Hingga Penggunaan ProPilot

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 2 June 2020

Rencana dan Strategi Baru Nissan: Luncurkan 12 Model Hingga Penggunaan ProPilot

momobil.id – Setelah tergabung dalam aliansi dengan Renault dan Mitsubishi guna memperkuat bisnis, Nissan turut menjelaskan rencana dan strategi baru mereka untuk empat tahun ke depan. Pada dasarnya, rencana ini bertujuan membantu perusahaan mencapai stabilitas keuangan, profitabilitas, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Meski banyak menutup pabrik, termasuk pabrik Nissan di Purwakarta, Nissan mengungkapkan bahwa mereka akan mengenalkan 12 model baru selama 18 bulan ke depan. Model baru ini akan fokus di segmen D (mobil besar), segmen C (medium), elektrifikasi, dan sports. Model mobil listrik akan memegang peran penting dalam bisnis Nissan, lantaran perusahaan menargetkan penjualan sebanyak lebih dari satu juta unit hingga 2023.

Guna mendukung elektrifikasi, Nissan juga akan menggunakan sistem asisten ProPilot pada dua puluh model di dua puluh pasar global. Secara keseluruhan, Nissan akan memfokuskan operasinya di Jepang, Tiongkok, dan Amerika Utara. Sementara Korea Selatan akan dilepas, begitu juga Rusia untuk merek Datsun. Strategi ini diharapkan dapat membuat Nissan mampu mencapai margin keuntungan operasi lima persen dan market share global enam persen hingga tahun fiskal 2023. Ini termasuk kontribusi dari lima puluh perusahaan patungannya di Tiongkok.

“Rencana transformasi kami bertujuan memastikan pertumbuhan yang stabil, ketimbang ekspansi penjualan berlebihan. Kami akan fokus pada kompetensi inti dan meningkatkan kualitas bisnis. Sambil menjaga disiplin finansial dan fokus pada revenue bersih per unit untuk mendapatkan keuntungan,” ujar Nissan Chief Executive Officer, Makoto Uchida.

Baca juga: Cara Mudah Menjaga Tampilan Emblem Mobil agar Tetap Mengkilat

Adapun lewat strategi baru ini Nissan memutuskan untuk mengurangi produksi global sebesar dua puluh persen menjadi 5,4 juta unit per tahun. Begitu pula lini yang dipasarkan, yang pengurangannya hingga 14 produk dan menyisakan 55 dari 69 model. Strategi anyar pun mengubah peta fasilitas produksi Nissan.

Nissan ingin meningkatkan utilisasi pabrik hingga di atas delapan puluh persen, dan berencana menutup pabrik Barcelona di Eropa Barat. Sementara pabrik di Indonesia sudah positif ditutup, semuanya kini dialihkan ke Thailand sebagai satu-satunya basis bagi regional ASEAN.



Kembali ke atas