Rincian Insentif PPnBM untuk Mobil Bermesin 1.501-2.500 cc

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 29 March 2021

Rincian Insentif PPnBM untuk Mobil Bermesin 1.501-2.500 cc

momobil.id – Setelah insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dinikmati oleh mobil bermesin maksimal 1.500 cc, insentif tersebut kini juga akan diberikan untuk mobil dengan mesin di atas 1500 cc hingga 2500 cc.

Lebih rincinya, relaksasasi PPnBM ini diberikan untuk kendaraan bermesin 1.501 cc-2.500 cc, jenis 4×2 dan 4×4, yang diproduksi lokal dengan local purchase di atas 60 persen. Lalu, berapa potongan PPnBM yang diberikan untuk mobil di atas 1500 cc hingga 2500 cc? Berikut penjelasan selengkapnya seperti dilansir CNN Indonesia.

4×2

Ada dua skema relaksasi PPnBM ini yang terbagi berdasarkan sistem gerak 4×2 dan 4×4. Skema buat 4×2 yakni diskon PPnBM 50 persen untuk tahap I yang berlaku April-Agustus 2021 dan diskon PPnBM 25 persen pada tahap II untuk September-Desember 2021)

Sehingga tarif PPnBM untuk 4×2 yang tadinya 20 persen dipangkas menjadi 10 persen pada tahap I dan menjadi 15 persen pada tahap II.

4×4

Skema untuk 4×4 yakni diskon PPnBM 25 persen untuk tahap I (April-Agustus) dan 12,5 persen pada tahap II (September-Desember). Tarif PPnBM kendaraan 4×4 yang tadinya sebesar 40 persen dipotong menjadi 30 persen pada tahap I dan menjadi 35 persen pada tahap II.

Model apa yang berpotensi mendapat insentif PPnBM?

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ada beberapa mobil yang masuk kriteria dengan kapasitas mesin di atas 1.501-2.500 cc.

Seperti dilansir Kontan, pada merek mobil Toyota ada dua model yang bisa memanfaatkannya yaitu Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner. Bahkan, pihak Toyota Sales Operation saat ini sudah mengonfirmasinya melalui penerbitan Surat Keputusan No.SK/001/TSO.OPR/IV/2021.

Baca juga: Harga Lengkap Toyota Avanza Semua Varian Setelah Dapat PPnBM Nol Persen

Secara umum, harga Innova di wilayah Jabodetabek bakal turun sampai Rp 32 juta. Sementara Fortuner harganya dapat penyesuaian sampai selisih Rp 40 jutaan dari banderol sebelumnya. Tetapi, khusus Fortuner berbahan bakar bensin tidak mendapatkan insentif karena melewati batas kategori mesin (di atas 2.500 cc) walau tingkat local purchase dan TKDN telah mencapai 70 persen.

Kemudian pabrikan Honda, ada Honda CR-V dengan kapasitas mesin bensin 2.000 cc. Tapi hingga berita ini diterbitkan pabrikan belum bisa mengonfirmasinya karena menunggu putusan pemerintah atas batas tingkat TKDN.

Terakhir ada Mitsubishi Pajero Sport yang memiliki kapasitas mesin 2.400 cc dan 2.500 cc. Namun belum ada informasi lebih jauh dari pabrikan mengenai pemenuhan syarat local purchase.


Kembali ke atas