Sebaiknya Tak Gunakan Rem Tangan ketika Berhenti di Lampu Merah, Apa Alasannya?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 19 October 2020

Sebaiknya Tak Gunakan Rem Tangan ketika Berhenti di Lampu Merah, Apa Alasannya?

momobil.id – Saat berhenti di lampu merah, beberapa pengemudi mobil ada yang memilih mengaktifkan rem tangan sehingga tidak lelah terus menerus menginjak pedal rem. Namun ternyata hal ini sebenarnya tidak dianjurkan.

Menurut Instruktur keselamatan dan juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, demi faktor keselamatan sebaiknya hal tersebut tak dilakukan.

“Alasannya, itu akan membahayakan ketika mobil kita tertabrak dari arah belakang. Karena ketika ditabrak, mobil seharusnya ikut bergerak mengikuti momentum impact dan tidak dalam kondisi statis atau diam,” jelasnya kepada kumparan.

Hasilnya, kondisi tersebut bisa berefek fatal buat pengemudi. Jadi saran Jusri, sebaiknya menggunakan rem kaki saja, demi mengurangi risiko cedera ketika terjadi benturan dari belakang.

Jusri melanjutkan, bila hanya menggunakan rem tangan, otomatis tak akan ada sinyal penanda lampu stop ke arah belakang. Ini akan berbahaya jika pengemudi dari belakang melaju cepat dan tak melihat lampu merah.

Senada dengan Jusri, Technical Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi juga mengatakan, penggunaan rem tangan saat kondisi berhenti di lampu merah tak dianjurkan. Dirinya lebih menyarankan untuk menggunakan fitur brake hold, yang sudah tersedia di mobil-mobil keluaran baru.

Baca juga: Pemilik Mobil Patut Curiga Jika Indikator Airbag Menunjukkan Gejala Seperti Ini

“Baiknya menggunakan mekanisme pedal rem kaki biasa saja. Karena memang rem tangan tidak memberikan penanda lampu stop ke arah belakang. Atau bisa gunakan fitur brake hold, karena triggernya pasti menginjak pedal rem kaki terlebih dahulu,” katanya.

Tak hanya itu, menggunakan pedal rem kaki bertujuan meminimalisir pengemudi lupa menonaktifkan rem tangan, ketika ingin lanjut berkendara. Sebab, kejadian lupa mematikan fungsi rem tangan masih sering terjadi, jelas dampaknya akan membuat kinerja putaran roda memberat, atau parahnya bisa merusak fungsi dan mekanisme dari mesin.


Kembali ke atas