Sejarah Lahirnya Lampu Lalu Lintas Sebelum Menggunakan Listrik

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 8 July 2020

Sejarah Lahirnya Lampu Lalu Lintas Sebelum Menggunakan Listrik

momobil.id – Salah satu rambu yang wajib dipatuhi ketika berkendara di jalan raya adalah lampu lalu lintas. Rambu ini berguna untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak semrawut dan meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan. Sebelum hadirnya lampu lalu lintas seperti saat ini, rambu tersebut sudah memiliki sejarah yang cukup panjang.

Memiliki kombinasi warna merah, kuning dan hijau, sejarah panjang lampu lalu lintas dimulai dari Insinyur John Peake Knight. Seperti dilansir Kumparan, pria asal Nottingham, Inggris, tersebut menjadi tonggak penting ketika dirinya mulai merancang sistem manajemen lalu lintas.

Berprofesi sebagai manajer kereta api South Eastern Railway, pada 1865 dirinya melempar ide kepada Komisaris Polisi Metropolitan untuk menggunakan sistem persinyalan kereta api, di jalan-jalan London. Walaupun saat itu masih belum ada kendaraan bermotor di jalan-jalan kota, tetapi lalu lalang kereta kuda cukup mengkhawatirkan dan bahaya bagi pejalan kaki.

Awalnya Knight mengusulkan penggunaan sistem semaphore/semafor (sistem penyampaian isyarat secara visual, entah dengan tangan kosong, bendera, dan sebagainya), seperti yang diajarkan saat mengikuti Pramuka. Kala itu, Knight menggunakan isyarat pada posisi horizontal atau miring, menentukan apakah sebuah kereta bisa lewat atau tidak. Metode semafor digunakan pada siang hari, sementara dan pada malam hari menggunakan lampu merah dan hijau (dengan berbahan bakar gas) yang dioperasikan petugas.

Pada 9 Desember 1868, atau tiga tahun kemudian setelah percobaan itu, lampu lalu lintas pertama di dunia dipasang di persimpangan Great George Street dan Bridge Street di London, wilayah Westminster, dekat dengan Westminster Bridge. Operasionalnya sendiri dikawal petugas polisi yang berdiri di samping rambu tersebut sepanjang hari. Knight percaya diri memprediksi akan lebih banyak lampu lalu lintas di pusat kota London.

Namun, sebulan berjalan proyek gagal, sebuah pipa gas bocor mengakibatkan salah satu lampu lalu lintas meledak di hadapan polisi yang mengoperasikannya. Proyek lantas dibatalkan.

Setelah mobil mulai di Amerika Serikat pada akhir 1890-an, kebutuhan untuk pengendalian lalu lintas menjadi cukup jelas. Sejumlah orang datang dengan ide untuk mengendalikan lalu lintas. Pada tahun 1910, Earnest Sirrine of Chicago, Illinois mengajukan paten (no 976.939), sistem lalu lintas jalan otomatis pertama, menggunakan kata-kata yang tidak menyala Stop dan Procced.

Lalu di 1912, Lester Wire dari Salt Lake City, Utah menemukan lampu lalu lintas listrik yang menggunakan lampu merah dan hijau. Namun, dia tidak mengajukan paten. Baru di tahun berikutnya, James Hoge menerima paten no 1.251.666.
Sistem lampu lalu lintas itu dikendalikan secara manual menggunakan lampu listrik, dan dipasang di Cleveland, Ohio pada tahun 1914, menggunakan kata Stop and Move.

Baca juga: Daftar Harga LCGC dan City Car Mulai dari R100 Jutaan

Dan sistem lampu lalu lintas dengan warna merah dan hijau, dipatenkan oleh William Ghiglieri dari San Francisco, California pada tahun 1917 (dipatenkan no 1.224.632). Desainnya dapat dioperasikan secara manual atau otomatis. Sementara tambahan lampu kuning dilakukan pada 1920 oleh William Potts, seorang polisi Detroit. Ini yang kemudian menjadi acuan untuk manajemen lalu lintas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sumber gambar: Public Domain Pictures


Kembali ke atas