Siapa Berani Melawan Avanza si Mobil Sejuta Umat?

Ditulis oleh : Redaksi momobil.id | 28 February 2019

Siapa Berani Melawan Avanza si Mobil Sejuta Umat?

Low Multi Purpose Vehicle atau LMPV punya pasar bagus di Indonesia sejak lama. Puncaknya terjadi saat Avanza – Xenia diluncurkan tahun 2003. Berhasil merebut hati pasar otomotif Indonesia, penjualannya menjulang hingga jutaan unit. Yang paling utama akhirnya Toyota Avanza dikenal sebagai mobil sejuta umat. Predikat tersebut mengundang kompetitor untuk mencicipi popularitas yang sama.

Yang membesarkan istilah mobil sejuta umat adalah media massa. Didasarkan atas data penjualan Avanza yang menyentuh 1,6 juta unit dalam jangka waktu singkat. Avanza dan Xenia diproduksi di pabrik PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai jawaban pasca krisis moneter 1998 – 1999.

Tantangan pertama untuk merebut posisi teratas MPV terlaris, dengan menghadapi Suzuki Ertiga yang lahir di 2012. Avanza head to head dengan Ertiga yang menawarkan fitur lebih lengkap dari Avanza. Suzuki mendobrak penjualan tahun perdana (2012) dengan 34.074 unit. Dan Avanza sudah melesat ke 192.146 unit. Di tahun kedua (2013), Ertiga melesat ke penjualan 63.318 unit sedangkan Avanza di tahun yang sama sudah menguasai pasar LMPV dengan penjualan 213.458 unit.

Di tahun ketiga (2014), Ertiga berhasil menyusul penjualan Xenia dengan perolehan penjualan 47.015 unit. Saat itu Xenia mencatat penjualan 64.611 unit. Tahun selanjutnya, Ertiga menurun penjualannya dan bertahan di level 30 ribu – 40 ribu unit hingga saat ini.

Kompetitor kedua datang dari General Motors (GM) lewat merek Chevrolet. Bahkan berspekulasi menyuntikan dana 150 juta dollar AS untuk menghidupkan kembali pabrik lamanya di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, yang berkapasitas mampu memproduksi 40.000 unit per tahun. GM mengeluarkan Chevrolet Spin Activ. Kompetisi global GM dan Toyota tak berdampak dengan kekuatan Toyota di Asia Tenggara. Penjualan tahun pertama (2013) Spin memperoleh 10.941 unit, sangat pelan. Di tahun selanjutnya, malah merosot ke level 7.475 unit (2014), dan kembali turun ke 3.552 unit (2015).

Kondisi krisis global yang terjadi serta keputusan prinsipal GM di Indonesia, operasional pabrik di Indonesia yang baru berusia tiga tahun, beralih fungsi menjadi importir dan mengandalkan pasokan model dari pabrik GM di Korea Selatan. Produksi Spin praktis terhenti.

Lalu di tahun 2013 juga muncul tren mobil murah hemat bahan bakar.  Dan melahirkan Honda Brio, Nissan March, dan Mitsubishi Mirage. Kaitannya dengan persaingan MPV cukup kentara, yakni menciptakan LMPV alternatif meski menyandang LCGC. Muncul kemudian Honda Mobilio. Di tahun perdana (2014) Mobilio langsung menggeser Xenia dan Ertiga dari takhta segmen LMPV di Indonesia. Honda mampu menjual 79.288 unit Mobilio, sedangkan Ertiga 47.015 unit, dan Xenia 46.710 unit.

Datang kemudian Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero S, siap berjibaku dengan Avanza. Kemenangan Avanza tetap menduduki posisi teratas dilatari oleh merek Toyota yang terpercaya, gerai pemasaran dan layanan purna jual Toyota yang luas dari Sabang sampai Merauke, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi, harga sparepart yang beragam dari ori hingga kw, dan harga jualnya yang tak pernah mengecewakan, sumber daya keuangan yang relatif stabil, hingga tim pemasaran yang solid.

Gimana, masih mau pindah ke lain hati selain Avanza?

Oleh: Redaksi Momobil.id

Foto: iStock


Kembali ke atas