9 Oktober 2025, 16:43 WIB
Ditulis oleh Alfon

momobil.id – Mobil yang memiliki sunroof menawarkan dua benefit yakni menambah kesan mewah dan memberikan kesan lega
Agar benefit ini bisa dirasakan maksimal, pemilik kendaraan tentu harus mengetahui cara merawat sunroof agar kinerja fitur ini bisa berjalan optimal.
Bila tidak dirawat dengan baik, sunroof akan rusak dan butuh biaya besar untuk memperbaikinya.
Guna mencegah hal tersebut, berikut cara merawat sunroof mobil agar tetap awet.
Pengguna mungkin sering mengabaikan kondisi kebersihan rel ketika membuka sunroof. Mulai dari debu, pasir hingga kerikil dapat menempel di rel sunroof.
Akibatnya, rel jadi bergesekan langsung dan membuat macet jalur rel. Bila terus dibiarkan, otomatis kotoran akan menumpuk di rel sehingga mengganggu jalur pembuangan air.
Akibatnya, saluran drainase pun tersumbat. Ketika air menggenang, rel lama-kelamaan akan berkarat dan akhirnya memicu kebocoran.
Pembersihan Kaca:
Pembersihan Rel (Track):
Karet segel berfungsi vital untuk mencegah air masuk ke dalam kabin. Karet yang rusak atau getas adalah penyebab utama kebocoran.
Setelah dibersihkan, semprotkan silicone spray (pelumas silikon) atau aplikasikan cairan pelumas karet khusus pada karet segel.
Pelumas silikon membantu menjaga kelenturan karet dan melindunginya dari kerusakan.
Baca juga: 5 Rekomendasi Mobil Panoramic Sunroof Harga Rp300 Jutaan, Pilihan Terjangkau di Kelasnya
Bukan hanya kaca sunroof yang harus dirawat. Pemilik mobil juga harus memperhatikan kondisi rel sunroof.
Rel sunroof bisa saja rusak karena teralu sering digunakan atau termakan usia. Perawatan rel sunroof sebenarnya sangat sederhana.
Cukup lapisi rel dengan lapisan gemuk cair serta bersihkan kerak dan karat agar rel kembali lancar.
Jangan pernah membiarkan rel sunroof terlalu lama basah. Hal ini bertujuan mencegah karat timbul yang bisa merusak kinerja rel sunroof itu sendiri. Selain itu, kaca sunroof juga wajib dikeringkan. Jangan sampai waterspot atau jamur kaca merusak penampilan sunroof. Air yang dibiarkan mengering dengan sendirinya juga bisa menjadi kerak yang akan mengganggu penampilan serta kinerja.
Sunroof memiliki saluran air yang bertugas mengalirkan air hujan ke bawah mobil. Saluran yang tersumbat akan menyebabkan air tergenang dan masuk ke dalam kabin.
Usahakan memarkir mobil di tempat yang teduh. Paparan sinar UV dan panas berlebihan dapat membuat karet cepat getas, merusak kaca, dan membuat rel cepat kering.
Jika terpaksa parkir di tempat terbuka, gunakan penutup (cover) mobil yang mampu menangkal panas atau penutup interior untuk kaca sunroof.
Mengapa demikian?
Karena sunroof memiliki bagian karet yang mencegah masuknya air ke dalam kabin saat hujan. Karet ini bisa cepat getas atau kering dan pecah-pecah apabila sering terkena sinar matahari langsung.
Akibatnya, karet bisa rusak dan menyebabkan kebocoran. Karena itu, sangat disarankan memarkirkan mobil di tempat teduh.
Minimal, ada penutup di bagian sunroof agar karet tidak terjemur. Selain itu, jaga kekenyalan karet sunroof dengan silicone spray agar tetap berfungsi dengan sempurna.
Baca juga: Rekomendasi Lima Mobil Bekas yang Punya Fitur Sunroof, Harga di Bawah Rp100 Juta
Persentase kaca film untuk sunroof umumnya antara 60% hingga 80% untuk menolak panas maksimal.
Pemasangan kaca film 80% pada kaca depan, samping, dan belakang mobil berisiko ditilang karena melanggar aturan batas kegelapan (visibilitas minimal).
Ya, sunroof sangat perlu kaca film untuk mengurangi panas dan sinar UV yang masuk ke kabin mobil.
Ya, sunroof memerlukan perawatan rutin terutama pembersihan rel, pelumasan, dan pengecekan saluran pembuangan air untuk mencegah macet dan kebocoran.
Mobil Baru
Mobil Bekas
Tukar Tambah
Bandingkan
Test Drive
Simulasi Kredit