Spesifikasi Mitsubishi Xpander AP4 yang Digunakan untuk Balap Reli

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 15 July 2020

Spesifikasi Mitsubishi Xpander AP4 yang Digunakan untuk Balap Reli

momobil.id – Pada ajang balap reli, mobil yang digunakan biasanya model sedan atau hatchback. Jarang sekali atau mungkin belum ada sebelumnya mobil balap reli yang menggunakan basis low MPV seperti Mitsubishi Xpander AP4.

Karena itu, hadirnya Mitsubishi Xpander AP4 dalam tim Xpander Rally Team (XRT) di ajang balap reli internasional AP4 tentu merupakan hal baru. Seperti dilansir Oto.com, pereli nasional Rifat Sungkat menyatakan cukup yakin dengan mobil ini, apalagi setelah melihat rancang bangun Xpander mirip dengan Lancer Evo X.

Memang butuh banyak penyesuaian. Tak hanya menerapkan standar sesuai ketetapan regulasi. Mereka juga harus membuat mobil ini kompetitif. Makanya proses pengerjaannya cukup lama. AP4 sendiri merupakan kelas baru untuk lomba reli di kawasan Asia Pasifik. Lomba ini mengizinkan mobil harian untuk dimodifikasi sesuai regulasi FIA, untuk menambah semaraknya reli dengan biaya lebih murah.

Pada sektor mesin, ditetapkan dua kapasitas, 1.600 cc dan 1.800 cc. Mitsubishi Xpander AP4 memilih kapasitas yang pertama dengan menggunakan blok mesin milik Evo (4B11) dengan penambahan perangkat turbocharger.

Tapi, girboks yang boleh digunakan hanya dari dua pemasok, Xtract dan Sadev. Pihak RalliArt memilih girboks Xtrac dengan gardan dari brand serupa. Hasil ubahan Xpander AP4, mampu memuntahkan tenaga sebesar 350 Hp dan torsi 555,8 Nm. Jelas berkali-kali lipat dibanding Xpander standar.

Center of gravity rupanya juga menjadi pekerjaan rumah demi meningkatkan akselerasi MPV. “Salah satu caranya, menurunkan ground clearance dan menempatkan dua ban cadangan di bagian belakang dengan posisi berdiri, melintang agar mendapatkan weight distribution 55/45,” terang Rifat.

Kemampuan itu juga tak lepas dari dukungan body kit yang mengitari sekujur tubuh Xpander. Memang terlihat keren dan sangar. Namun, bukan berarti lantas bisa diaplikasi untuk pengguna harian. Rifat mengatakan semua body kit itu untuk kompetisi. “Jadi, masing-masing punya fungsi. Misalnya spoiler belakang yang berfungsi untuk down force,” ucapnya.

Baca juga: Perbedaan Ban Bias dan Radial Berdasarkan Kegunaannya

“Mobil pertama pasti lebih mahal karena kami bangun dari awal. Sebagai contoh, harga girboks US$55 ribu atau sekitar Rp860 jutaan. Nah, untuk komponen yang diganti harganya kurang lebih sama. Silakan dikalkulasi. Tapi, saya belum tahu total biayanya. Dulu saja untuk Lancer Evo biayanya US$250 ribu (sekitar Rp3,9 miliar). Ini (biaya membangun Xpander reli) jauh di atas Evo. Tapi, lebih murah dari spek WRC yang sekarang mencapai 1 juta Euro (sekitar Rp15,6 miliar),” kata Rifat.


Kembali ke atas