Supaya Lebih Terjangkau, Berapa Harga Ideal Mobil Listrik di Indonesia?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 6 December 2020

Supaya Lebih Terjangkau, Berapa Harga Ideal Mobil Listrik di Indonesia?

momobil.id – Tren mobil listrik masih terus menanjak hingga saat ini, termasuk di Indonesia. Namun tingginya harga mobil listrik menjadi salah satu tantangan mengapa kendaraan ramah lingkungan ini belum begitu banyak diakuisisi oleh calon konsumen.

Sebagai informasi, mobil listrik termurah di Indonesia saat ini mungkin adalah Nissan Kicks e-Power yang berbanderol Rp449 juta. Namun sebagai catatan, Kicks e-Power masih menggunakan mesin bensin, meski fungsinya hanya sebagai generator untuk menghidupkan motor listrik.

Jika mencari mobil listrik yang benar-benar murni mengandalkan tenaga setrum, Hyundai Ioniq berada di daftar berikutnya. Varian termurah Ioniq saat ini berbanderol Rp624,8 juta. Mengisi ulang baterai Ioniq sudah sepenuhnya menggunakan charger.

Melihat dua contoh di atas, maka harga mobil listrik di Indonesia bisa dibilang masih kurang terjangkau bagi sebagian orang. Lalu, berapa sebenarnya harga ideal mobil listrik untuk pasar Indonesia?

Bila melihat daftar mobil yang populer di Indonesia, kisaran harga yang ditawarkan sekitar Rp200 juta hingga Rp400 jutaan. Sebagai langkah awal, mungkin bisa membidik segmen entry level dulu dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp350 juta agar banyak orang tertarik beralih.

Hal lain yang perlu diperhatikan agar mobil listrik semakin banyak peminatnya adalah perihal pengisian baterainya. Saat ini, jika ingin mengisi ulang baterai mobil listrik, listrik di rumah minimal harus berdaya 2.200 watt. Bagi sebagian orang, hal ini cukup memberatkan. Karena tak mungkin bagi mereka yang rumahnya berdaya listrik 2.200 watt harus mematikan semua perangkat kelistrikan di rumah saat sedang mengisi ulang daya mobil listrik.

Baca juga: Tak Ada Oli Mesin, Perawatan Mobil Listrik Hanya Perlu Ganti Komponen Ini

Mungkin akan lebih baik jika terdapat opsi untuk memilih berapa besaran daya yang dibutuhkan. Misalnya ada opsi minimum 1.000 watt untuk mengisi ulang daya mobil listrik di rumah. Meski konsekuensinya bisa saja proses pengisian menjadi tambah lama, namun hal ini mungkin akan menjadi opsi yang lebih baik bagi sebagian orang yang berminat membeli mobil listrik.


Kembali ke atas