Tak Ada Oli Mesin, Perawatan Mobil Listrik Hanya Perlu Ganti Komponen Ini

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 11 November 2020

Tak Ada Oli Mesin, Perawatan Mobil Listrik Hanya Perlu Ganti Komponen Ini

momobil.id – Perawatan mobil listrik tentu berbeda dibanding mobil berbahan bakar minyak. Salah satu hal yang paling jelas perbedaaannya adalah mobil listrik tak memerlukan penggantian oli mesin layaknya mobil konvensional.

Jika begitu, lalu apakah mobil listrik tak memerlukan perawatan? Jawabannya mobil listrik masih membutuhkan perawatan dan juga ada komponen yang perlu diganti. Namun penggantian komponennya tak sebanyak mobil berbahan bakar minyak.

Hyundai Motors Indonesia yang belum lama ini meluncurkan dua mobil listrik yakni Ioniq dan Kona, memberikan gambaran bagaimana perawatan sebuah mobil listrik.

Menurut Service General Manager PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Putra Samiaji, pelanggan mobil listrik cuma perlu mampir ke bengkel setelah mobilnya menempuh perjalanan 15.000 km atau setelah dipakai selama 1 tahun, mana yang tercapai lebih dulu.

“Misalnya dalam setahun hanya 10.000 km berarti setahun sekali. Tapi kalau lebih cepat 15.000 km ya 15.000 km sekali (ke bengkel untuk perawatan rutin mobil listrik Hyundai),” kata Putra kepada detikOto.

Putra mengatakan, perawatan setiap 15.000 km atau 1 tahun sekali itu terbilang mudah. Sebab, tak banyak komponen yang harus diperiksa dibandingkan mobil bermesin bakar.

“Kalau kita bandingkan dengan mobil-mobil combustion engine (mobil konvensional dengan mesin pembakaran), (mobil listrik) itu jauh lebih sedikit membutuhkan perawatan. Karena memang komponen-komponen yang berputar di dalam kendaraan tersebut juga jauh lebih sedikit. Di mobil listrik itu mainly hanya ada baterai dan motor penggerak. Sementara kalau di mobil biasa kan banyak komponennya yang mesti dicek,” ujar Putra.

Adapun yang harus diganti secara rutin adalah filter AC untuk sirkulasi udara di dalam kabin demi kesehatan penggunanya. Selain itu, perawatan lainnya yang perlu dilakukan adalah penggantian coolant atau pendingin baterai. Itu pun diganti setiap 60.000 km. Jarak yang cukup jauh untuk ditempuh jika mobil hanya dipakai harian di perkotaan.

Baca juga: Tips Merawat Kaca Mobil agar Tidak Berjamur dan Berembun Selama Musim Hujan

“Itu untuk yang periodic. Kecuali item-item yang memang aus atau habis pemakaian, misalnya tergantung pemakaian, misalnya kampas rem itu kita cek di setiap periodic maintenance apakah perlu diganti atau belum. Itu tergantung pemakaiannya,” ucap Putra.

Agar baterai lebih awet, Putra menyarankan pemilik mobil listrik agar mengecasnya dengan slow charging. Dengan slow charging atau charger portable, baterai mobil listrik akan lebih awet ketimbang terlalu sering menggunakan fast charging terlalu sering.

“Untuk penggunaan harian, pengisian daya listrik disarankan menggunakan slow charging bukan yang fast charging. Artinya menggunakan arus AC (alternate current). Itu lebih proper, itu disarankan juga di buku manual. Itu untuk menjamin lebih panjang umur baterai tersebut. Kita menyarankan kepada pelanggan EV, begitu sampai rumah, selesai penggunaan harian, colok (pakai charger portable), tinggal tidur, besok sudah penuh lagi,” jelas Putra.


Kembali ke atas