Tantangan Mobil Listrik yang Penjualannya Masih Minim di Indonesia

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 25 December 2020

Tantangan Mobil Listrik yang Penjualannya Masih Minim di Indonesia

momobil.id – Tren mobil listrik saat ini memang tengah meningkat. Namun penjualan mobil listrik di Indonesia belum mampu bersaing dengan kendaraan bermesin bakar.

Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, penjualan mobil memang masih didominasi kendaraan bermesin bakar. Meski penjualan mobil listrik tak terlalu signifikan, masyarakat Indonesia sudah mulai banyak yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan.

“Saat ini kondisinya memang yang paling banyak adalah internal combustion engine atau kendaraan-kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar minyak,” kata Kukuh dalam Webinar Kendaraan Bermotor Menggunakan Penggerak Listrik, seperti dilansir Detik.com.

Berdasarkan data pasar otomotif Indonesia yang disajikan Kukuh dalam presentasinya, pada 2019 lalu mobil bermesin bakar terjual sebanyak 1.032.202 unit. Sedangkan mobil hybrid sebanyak 685 unit, plug-in hybrid 20 unit dan mobil listrik berbasis baterai 0 unit.

“Hybrid mulai diperkenalkan dan mulai ada penggemarnya, karena memang bisa menghemat bahan bakar. Muncul baru lagi mungkin dalam dua tahun lalu ada dikenal Plug-in hybrid, dan yang terakhir battery electric vehicle atau BEV. Ini sudah muncul di Indonesia, bersamaan juga semakin dituntut pula munculnya infrastruktur sebagai pendukung,” kata Kukuh.

Baca juga: Pemilik Mobil Listrik Outlander PHEV di Indonesia Perlu Mengetahui Tiga Hal Ini

Pada periode Januari-Oktober 2020, terjadi peningkatan terhadap penjualan mobil listrik BEV di Indonesia yang dicatat Gaikindo. Selama sepuluh bulan pertama 2020, mobil listrik BEV terjual sebanyak 250 unit.

Pada periode yang sama, mobil plug-in hybrid hanya terjual enam unit. Sedangkan mobil hybrid 785 unit. DAn dominasi mobil bermesin bakar pada Januari-Oktober 2020 masih terasa dengan angka penjualan sebanyak 420.048 unit.

Berapa harga ideal mobil listrik di Indonesia?

Meski tren mobil listrik masih terus menanjak, tingginya harga mobil listrik menjadi salah satu tantangan mengapa kendaraan ramah lingkungan ini belum begitu banyak diakuisisi oleh calon konsumen.

Sebagai informasi, mobil listrik termurah di Indonesia saat ini mungkin adalah Nissan Kicks e-Power yang berbanderol Rp449 juta. Namun sebagai catatan, Kicks e-Power masih menggunakan mesin bensin, meski fungsinya hanya sebagai generator untuk menghidupkan motor listrik.

Jika mencari mobil listrik yang benar-benar murni mengandalkan tenaga setrum, Hyundai Ioniq berada di daftar berikutnya. Varian termurah Ioniq saat ini berbanderol Rp624,8 juta. Mengisi ulang baterai Ioniq sudah sepenuhnya menggunakan charger.

Melihat dua contoh di atas, maka harga mobil listrik di Indonesia bisa dibilang masih kurang terjangkau bagi sebagian orang. Lalu, berapa sebenarnya harga ideal mobil listrik untuk pasar Indonesia?

Bila melihat daftar mobil yang populer di Indonesia, kisaran harga yang ditawarkan sekitar Rp200 juta hingga Rp400 jutaan. Sebagai langkah awal, mungkin bisa membidik segmen entry level dulu dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp350 juta agar banyak orang tertarik beralih.

Baca juga: Daftar Brand Mobil Terlaris Sepanjang 2020: Duet Toyota-Daihatsu Mendominasi

Hal lain yang perlu diperhatikan agar mobil listrik semakin banyak peminatnya adalah perihal pengisian baterainya. Saat ini, jika ingin mengisi ulang baterai mobil listrik, listrik di rumah minimal harus berdaya 2.200 watt. Bagi sebagian orang, hal ini cukup memberatkan. Karena tak mungkin bagi mereka yang rumahnya berdaya listrik 2.200 watt harus mematikan semua perangkat kelistrikan di rumah saat sedang mengisi ulang daya mobil listrik.

Mungkin akan lebih baik jika terdapat opsi untuk memilih berapa besaran daya yang dibutuhkan. Misalnya ada opsi minimum 1.000 watt untuk mengisi ulang daya mobil listrik di rumah. Meski konsekuensinya bisa saja proses pengisian menjadi tambah lama, namun hal ini mungkin akan menjadi opsi yang lebih baik bagi sebagian orang yang berminat membeli mobil listrik.


Kembali ke atas