Teknik Menghadapi Tanjakan dengan Mobil Transmisi Manual

Ditulis oleh : Farah Diba Agustine | 6 August 2019

Teknik Menghadapi Tanjakan dengan Mobil Transmisi Manual

momobil.id – Tanjakan adalah salah satu rute yang paling dikhawatirkan pengemudi pemula. Apalagi jika kendaraan yang dikendarai menggunakan transmisi manual. Namun hal ini sebenarnya tak perlu dikhawatirkan, jika pengemudi mengetahui teknik menghadapi tanjakan menggunakan mobil bertransmisi manual.

Cara mengemudi pada tanjakan pastinya berbeda dengan cara mengemudi pada jalan datar karena harus memperhitungkan penyesuaian kopling, gas, dan rem, terutama jika terjadi kemacetan.

Selain itu, pengemudi juga harus bisa mengendalikan kopling, gas, dan rem secara bersamaan agar mesin tidak mati dan risiko kendaraan mundur dapat dihindari. Seperti dilansir liputan6, berikut tip yang dapat diikuti agar pengemudi mobil transmisi manual bisa mengendalikan situasi ketika melintasi jalan menanjak:

Perhitungkan Kemiringan Tanjakan

Saat menaiki tanjakan, cobalah untuk memperkirakan kemiringan agar kamu dapat menggunakan gigi yang sesuai. Jika tanjakan tampak curam, pengemudi diharapkan menggunakan gigi rendah seperti gigi satu.

Pada posisi gigi rendah, suara mesin mobil akan terdengar lebih keras dari biasanya. Maka, pengemudi tidak perlu panik karena hal tersebut wajar terjadi.

Gunakan Rem Tangan dan Rem Kaki

Ada teknik khusus yang dapat kamu lakukan jika terjadi kemacetan di tanjakan menggunakan mobil transmisi manual, yakni pengemudi harus pandai menggunakan kombinasi rem kaki dan rem tangan. Berikut tiga cara yang bisa kamu coba terkait kombinasi rem tangan dan rem kaki:

  • Rem tangan dapat digunakan jika jarak dan waktu berhenti cukup lama. Jangan menginjak rem terus menerus karena pengemudi akan cepat lelah dan dapat terjadi risiko pelepasan rem yang tidak disengaja.
  • Jika jarak dan waktu berhenti tidak terlalu lama, pengemudi dapat menggunakan rem kaki.
  • Cara terakhir adalah menginjak setengah kopling saat berhenti, metode ini bisa digunakan agar mobil lebih waspada jika harus berjalan lagi. Cara ini tidak disarankan jika tanjakan yang dilalui cukup curam.(FDA)

Sumber gambar: autoblog


Kembali ke atas