Termasuk Bahan Berbahaya, Jangan Buang Oli Bekas Sembarangan

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 29 July 2020

Termasuk Bahan Berbahaya, Jangan Buang Oli Bekas Sembarangan

momobil.id – Mengganti oli mesin merupakan hal sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah jika kebetulan enggan datang ke bengkel. Namun perlu diperhatikan, oli bekas yang sudah dikeluarkan dari kendaraan tidak boleh dibuang sembarangan karena termasuk bahan berbahaya.

Menurut Sinung Wikantoro selaku Coordinator of Product Development Specialist PT Pertamina Lubricants menyebut, oli bekas masuk dalam ketegori B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun. “Jadi tidak boleh dibuang (sembarangan) ke lingkungan,” katanya dalam diskusi virtual Forwot bersama Pertamina Lubricants, seperti dilansir Liputan6.com.

Dirinya menyampaikan, oli bekas bisa dimanfaatkan untuk banyak hal jika volumenya tidak terlalu banyak. “Bisa dimanfaatkan sebagai fungsi oli itu sendiri, buat melumasi rantai, pagar pintu, gergaji mesin, melumasi paku supaya tidak karatan. Banyak sekali aplikasi pelumasan yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Sinung menyampaikan, umumnya ada pihak-pihak yang mengambil oli bekas ke bengkel-bengkel. “Biasanya ada pengusaha-pengusaha yang punya izin operasional untuk pengumpulan B3, itu ada izin khusus dari pemerintah. Dan biasanya mereka ambil oli bekas ke bengkel-bengkel,” jelasnya.

Oli-oli bekas yang dikumpulkan nantinya bisa dimanfaatkan untuk banyak hal salah satunya diolah kembali hingga menjadi oli baru.

“Oli bekas itu nanti biasanya digunakan lagi sebagai bahan bakar atau bisa recycle lagi jadi oli kembali. Ada perusahaan oli tertentu yang bisa mengakomodir recycle dari oli bekas, tapi kami tidak bermain di situ karena kami punya sumber fresh oil dari kilang,” tutur Sinung. “Nah kalau misal kita ganti oli sendiri di rumah, sebaiknya oli bekasnya kita titip saja ke bengkel, itu merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan,” sambungnya.

Adapun mengganti oli mesin mobil bisa dilakukan sendiri dengan tahapan yang cukup mudah. Panaskan mesin mobil sekitar 2-3 menit. Setelah itu matikan, buka penutup oli yang terdapat di bagian atas mesin agar terjadi sirkulasi udara untuk memudahkan oli dalam mobil mengalir keluar. Letakkan penampung oli di bawah bak oli dan buka penutupnya, kemudian buka baut penutup bak oli yang terletak di dekat mesin. Biarkan oli lama mengalir ke baki hingga semua oli dalam mesin terkuras.

Berikutnya, dilanjutkan dengan mengganti saringan oli lama dengan yang baru. Untuk mengetahui letak saringan oli, bisa membuka manual book lalu cocokkan dengan posisinya pada mesin. Biasanya berwarna putih, hitam atau biru berbentuk silinder seperti kaleng. Setelah melepaskan saringan lama dari tempatnya, siapkanlah saringan baru dan lumasi area sekitar seal lingkaran saringan baru dengan oli. Setelah siap, pasang kembali saringan oli pada tempatnya. Saringan oli tersebut juga mudah didapat di toko hardware atau bengkel mobil terdekat.

Baca juga: Ketahui Efek Negatif Oli Mesin Bercampur dengan Air

Setelah saringan oli yang baru terpasang, kini saatnya mengisi ulang oli lama dengan oli baru. Perlu dipastikan menggunakan oli yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mesin dan tuangkan sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pasang kembali tutup tangki oli setelah pengisian selesai.

Nyalakan mesin mobil dan perhatikan indikator tekanan oli. Pastikan kembali bahwa indikator dalam kondisi mati. Kemudian, periksa kembali sekitar mobil. Jika masih ada tetesan oli, berarti baut penutup atau saringan oli tidak terpasang dengan baik.


Kembali ke atas