Tesla Berencana Produksi Sendiri Baterai untuk Mobil Listrik

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 30 September 2020

Tesla Berencana Produksi Sendiri Baterai untuk Mobil Listrik

momobil.id – Tesla belum lama ini mengembangkan teknologi baru pada baterai mobil listrik rakitannya. Teknologi tersebut yakni baterai tanpa tab alias tabless.

Teknologi baru pada baterai ini memungkinkan mobil listrik Tesla memiliki jangkauan jarak yang lebih panjang dalam sekali pengisian daya. Seperti dilansir Liputan6.com yang mengutip The Verge, Teknologi ini diungkap oleh Tesla dalam gelaran tahunannya di Palo Alto yang kali ini diberi tajuk Battery Day.

Teknologi ini merupakan terobosan baru yang melakukan pelepasan tab, bagian baterai yang mengkoneksikan antara sel baterai dan diberi daya. Hal ini membuat kapasitas energi lima kali lebih banyak, enam kali lebih bertenaga, dan kenaikan 16 persen jarak tempuh Tesla.

Sel dari baterai terbaru ini lebih besar, yakni 46 milimeter kali 80 milimeter. Musk menyebut baterai ini “hampir selesai” dikerjakan di tingkatan pabrik percontohan.

Sebelumnya, baterai Tesla diproduksi oleh Panasonic di pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS. Persediaan dari pabrik ini mendadak jadi terbatas karena Panasonic mengalami kekurangan sel. Hal ini membuat Tesla jadi produsen mobil listrik yang kecepatan produksinya sangat lambat dan kerap tidak tepat waktu di jadwal pengiriman.

Adapun Tesla akan memproduksi sendiri baterai barunya itu. Menurut CEO Tesla, Elon Musk, dengan memproduksi sendiri baterai maka biaya produksi kendaraan listrik besutan mereka akan lebih murah. Hal ini akan membuat harga mobil listrik akan kompetitif dengan mobil berbasis bensin.

Baca juga: Lima Hal Ini Bisa Mengakibatkan Ban Mendadak Meletus

Sebelumnya, Tesla juga mengungkapkan rencana menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih murah. Estimasi harga mobil listrik murah dari Tesla sekitar atau di bawah US$25 ribu yang setara dengan Rp373,4 jutaan. Sementara itu pengembangannya akan dilakukan selama tiga tahun dimulai 2020 ini.

Kemungkinannya besar, sebab Musk menuturkan harga baterai cenderung terus turun tiap tahunnya. Sejak 2010 sampai 2019, harga per kWh turun dari 1.100 menjadi US$156. Sayangnya Tesla belum mengungkap bagaimana purwarupa maupun wujud terkaan mobil setrum yang dimaksud. Tapi Musk mengatakan fitur utamanya bakal serupa dengan kendaraan Tesla yang sudah diniagakan.


Kembali ke atas