Tiga Penyebab Ban Mobil Cepat Aus

Ditulis oleh : redaksi | 9 April 2020

Tiga Penyebab Ban Mobil Cepat Aus

momobil.id – Ban mobil bisa cepat aus atau rusak sebelum usianya habis. Hal tersebut bisa terjadi karena cara penggunaan yang salah dan minimnya perawatan terhadap kondisi ban mobil.

Menurut penjelasan Nanang Somantri selaku Kepala Mekanik Sakti Utama Motor, Cipondoh, Tangerang, selama ini masyarakat salah persepsi terhadap kondisi ban. Kebanyakan orang beranggapan bagus tidaknya suatu ban dapat dilihat dari tebal tipisnya ukiran di tapak. Padahal, bagus tidaknya suatu ban juga perlu dilihat dari kelenturan dan keseimbangan antara bagian tepi kanan dan kirinya serta pada dinding-dindingnya.

Lalu, apa yang menyebabkan kondisi ban lebih cepat menurun atau aus sebelum waktunya? Berikut tiga hal yang bisa menjadi penyebabnya.

Jarang melakukan rotasi ban

Rotasi ban yang dimaksud yaitu memindahkan posisi ban. Contohnya, ban yang semula ada di bagian depan dipindah ke bagian belakang atau yang semula berada di roda kiri dipindahkan ke kanan dan sebaliknya.

Ban yang tidak pernah dilakukan rotasi pada bagian ujung luarnya menjadi lebih cepat tipis. Hal itu bisa terjadi karena bagian tersebut bersentuhan langsung dengan lintasan terutama jalanan yang tidak rata. Terlebih lagi jika roda tidak pernah dilakukan spooring balancing, sehingga akan menjadikan arah laju luar roda ketika mobil berjalan menjadi tidak lurus.

Baca juga: Minim Ubahan, Banderol Daihatsu Sirion Facelift Tidak Naik

Kurang tekanan angin

Faktor lain yang bisa mengakibatkan ban mobil cepat aus yaitu kurangnya tekanan angin seperti yang telah di rekomendasikan oleh pabrikan. Apabila tekanan angin kurang atau kempis, maka gesekan ban dengan permukaan jalan menjadi lebih kuat. Hal tersebut berakibat tapak ban menjadi cepat menipis.

Kondisi cuaca

Kondisi cuaca juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kelenturan ban. Walaupun banyak pabrikan mengklaim bahwa produknya tahan akan segala cuaca, namun apabila ban kendaraan dibiarkan terendam di dalam air kemudian terkena matahari berkepanjangan, tentunya akan berdampak pada kelenturan bannya. Karena itu disarankan tidak memarkir mobil di area yang merugikan seperti di lintasan yang tergenang air atau di bawah terik panasnya matahari.(Dwi Septi)



Kembali ke atas