Mengenal Fungsi Timing Belt dan Fan Belt Serta Cara Merawatnya

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 28 December 2021

Mengenal Fungsi Timing Belt dan Fan Belt Serta Cara Merawatnya

momobil.id – Sebuah mobil memiliki beberapa komponen penting. Dari deretan komponen penting tersebut, ada dua komponen yang perannya cukup vital yakni timing belt dan fan belt. Lalu, apa fungsi dari kedua komponen tersebut?

Menurut Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi, timing belt merupakan sebuah sabuk atau rantai yang menghubungkan komponen crankshaft dengan camshaft. Timing belt sendiri berfungsi memutar komponen internal mesin dari crankshaft ke camshaft.

Putaran crankshaft dihasilkan dari pulley piston yang disambung dengan menggunakan rantai atau sabuk ke pulley camshaft untuk mengatur bukaan katup masuk dan katup keluar udara.

Sementara untuk fan belt, memiliki fungsi sebagai penghubung beberapa pulley yang tidak berkaitan dengan blok mesin. “Fan belt atau biasa disebut serpentine belt berfungsi untuk menghubungkan komponen seperti alternator, AC, dan lainnya,” jelas Didi seperti dilansir kumparan. Sumber putaran fan belt itu berasal dari putaran mesin yang dihasilkan oleh crankshaft piston di dalam mesin.

Ilustrasi fan belt

Lantaran termasuk salah satu komponen yang selalu bergerak dan bekerja ketika mobil digunakan, perawatan rutin terhadap timing belt dan fan belt tentu perlu dilakukan. Khusus timing belt, perlu penggantian setidaknya setiap kelipatan 100 ribu kilometer. Tanda sudah harus diganti biasanya muncul bunyi kasar dari dalam mesin.

Jika tak dilakukan penggantian, timing belt yang sudah termakan usia rawan putus dan menyebabkan kerusakan komponen lain di dalamnya. Kalau putus, bisa saja klemnya bengkok akibat terhajar piston.

Baca juga: Tahapan Membeli Mobil Baru Secara Kredit, Pertama-tama Lakukan Ini

Didi menambahkan, khusus mobil bermesin diesel umumnya memiliki indikator penggantian timing belt yang akan menyala setiap kelipatan 100 ribu km atau dapat melihat label penggantian pada area cover mesin. Sedangkan untuk perawatan serpentine belt, menurutnya cukup dibersihkan menggunakan cairan khusus atau degreaser. Adapun, untuk penggantian belt-nya tergantung dari kondisi karet belt itu sendiri.

“Kalau misalnya itu kering segala macam kan berdecit ketika mesin pertama kali dinyalakan, nah itu artinya kering, bisa kemungkinan sudah kendor dan harus diganti. Sebenarnya kalau itu (serpentine belt) tidak ada acuannya (penggantian), kalau misalnya ada keretakan ganti, atau biasanya nanti pihak bengkel akan merekomendasikan untuk dilakukan penggantian,” paparnya.

mobil terkait

Rp 345.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 205.000.000

Individu

SURABAYA

Rp 343.700.000

Individu

JAKARTA

Rp 1.605.600.000

Individu

JAKARTA

Rp 331.100.000

Individu

Rp 309.100.000

Individu


Kembali ke atas