Tips Aman Berkendara Melewati Jalur Contraflow

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 20 April 2023

Tips Aman Berkendara Melewati Jalur Contraflow

momobil.id – Istilah contraflow seringkali didengar ketika libur lebaran tiba, atau jalanan di pagi hari. Volume kendaraan yang meningkat drastis pada saat tersebut membuat polisi menerapkan sistem contraflow untuk mengurangi kemacetan yang terjadi. Aturan contraflow ini rentang terjadi kecelakaan apabila pengendara tidak mengetahui lokasi dan cara berkendara yang benar. Oleh karena itu, simak tips berkendara melewati jalur contraflow di bawah ini!

Mengenal Jalur Contraflow

Contraflow memiliki arti arus berlawanan. Istilah ini mengacu pada suatu keadaan mengubah arah dalam satu jalur menjadi dua. Strategi contraflow biasanya digunakan ketika jalanan dalam keadaan macet atau volume kendaraan yang tinggi. Contraflow dinilai efektif dalam mengurai kemacetan jalanan, khususnya pada jalan tol.

Untuk lebih detail mengenai contraflow, salah satu jalur kendaraan diperbesar dengan mengambil satu lajur pada jalanan sebelahnya. Jalanan dari arah sebaliknya tetap ada, meskipun demikian luasnya akan berkurang karena volume kendaraan yang melewati jalur tersebut lebih sedikit.

Dengan demikian kedua arah mobil tidak akan terganggu arus lalu lintasnya. Bahkan contraflow bisa membuat arus lalu lintas lebih lancar. Penerapa rekayasa contraflow masih ditetapkan hingga kini di jalanan yang sering mengalami kemacetan.

Tips Aman Berkendara Melintasi Jalur Contraflow

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tetap aman selama melintasi jalur contraflow. Berikut tipsnya!

1. Ketahui Titik KM dengan Sistem Contraflow

Sebelum melintasi jalur contraflow, pengendara perlu mengetahui jadwal dan lokasi ddiberlakukannya contraflow. Informasi mengenai contraflow biasanya bisa didapatkan melalui media sosial atau operator jalan tol. Pasalnya, penerapan contraflow tidak selalui ditandai dengan cone pada jalanan.

2. Pastikan Pintu Keluar Tol Tidak Terlewat

Pengendara yang hendak melintasi jalur contraflow perlu mengetahui letak pintu keluar berada. Jangan sampai arah keluar tol semakin jauh dari tujuan hingga pengendara harus berputar balik.

Pada umumnya, jalur contraflow memiliki satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Jika pintu gerbang keluar tol sudah terlewat, maka pengendara perlu melanjutkan perjalanan hingga jalur contraflow berakhir dan mencari pintu keluar jalan tol.

Baca Juga: Hindari e-Tilang, Ketahui Batas Kecepatan di Jalan Tol

3. Ambil Lajur Kanan Sebelum KM Contraflow

Ketika pengendara sudah mengetahui titik dan lokasi jalur contraflow, maka pengemudi perlu mempersiapkan kendaraan di lajur kanan. Bersiaplah 4 km sebelum pintu masuk jalur contraflow. Misalnya, jalur contraflow berada di KM 50, maka pengemudi harus bersiap mengambil lajur kanan saat berada di KM46. Dengan demikian, arus lalu lintas kendaraan lain tidak akan terganggu.

4. Jaga Jarak dan Kendalikan Kecepatan

Ketika melintasi jalur contraflow, pengendara dihimbau untuk mengendalikan kecepatan kendaraan. Kendaraan tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat di jalur contraflow. Jika kendaraan terlalu pelan, maka akan menghambat lalu lintas. Idealnya, kecepatan kendaraan selama di jalur contraflow adalah 60 km/jam, tidak boleh lebih dari 70 km/jam atau kurang dari 50 km/jam.

Selain mengendalikan kecepatan, pengendara juga harus menjaga jarak dengan kendaraan yang berada di depannya. Terapkan teori empat detik untuk menjaga jarak dengan kendaraan depan.

5. Hindari Keluar Jalur Contraflow

Pada jalur contraflow, kendaraan akan langsung berhadapan dengan kendaraan lain dari daerah berlawanan. Hal ini tentunya membuat jalur contraflow memiliki tingkat bahaya lebih tinggi. Apabila ada kendaraan yang keluar dari jalur contraflow ataupun sebaliknya, tentu sangatlah berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Oleh karena itu, pengendara disarankan untuk tetap berada di jalurnya ketika melintasi jalur contraflow.

6. Berkendara dalam Keadaan Fokus dan Tidak Mengantuk

Melewati jalur contraflow tentu berbahaya apabila pengendara tidak fokus. Oleh karena itu, metode defense driving perlu diterapkan selama melintasi jalur contraflow. Tetap melihat ke arah depan, sisi kanan kiri memakai spion, dan sesekali melihat ke arah belakang.

Selain itu, pastikan pengendara dalam kondisi prima dan tidak mengantuk agar lebih waspada saat hendak memasuki jalur contraflow. Selama menggunakan jalur contraflow, pengendara tidak bisa menepi dan beristirahat di rest area karena menggunakan jalur berlawanan arah.

mobil terkait

Rp 115.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 92.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 127.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 100.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 110.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 102.000.000

Individu

SEMARANG


Kembali ke atas