Tips Melewati Turunan ketika Mengemudikan Mobil Matic

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 22 September 2020

Tips Melewati Turunan ketika Mengemudikan Mobil Matic

momobil.id – Ketika melewati jalur pegunungan, jalan yang dilewati biasanya memiliki kontur naik turun. Beberapa di antaranya bahkan memiliki kontur yang ekstrem, baik itu tanjakan maupun turunan. Bagi yang mengemudikan mobil matik, perlu rasanya mengetahui beberapa tips saat melewati turunan atau jalan yang konturnya cukup curam ke bawah.

Selain harus berhati-hati dan konsentrasi, pengemudi juga diimbau untuk memahami teknik mengemudi yang tepat, agar terhindar dari kecelakaan fatal. Teknik melewati turunan pada mobil matik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mobil transmisi manual jika sudah mengetahui tips yang tepat.

“Pada dasarnya sama, yaitu harus memaksimalkan kinerja engine brake terlebih dahulu. Hanya saja cara penggunaan engine brake pada sistem transmisinya yang berbeda,” jelas Andry saat dihubungi kumparan, Senin (9/3).

Serupa pada mobil bertransmisi manual, pengemudi juga diimbau untuk melakukan engine brake dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi gigi yang rendah, bergantung pada tingkat kecuraman dan kecepatan mobil. “Bisa oper ke D2 atau D1, bisa juga pada jenis mobil tertentu dioper ke L (Low). Secara konsep semuanya sama saja, yaitu sebagai gigi terendah,” jelas Andry. Meski tidak ada rekomendasi baku, Andry menyarankan agar penggunaan tuas transmisi D2, D1, dan L, tersebut diaplikasikan saat tingkat kecuraman sudah lebih dari 45 derajat.

Baca juga: Parkir Mobil Matic, Pasang Tuas di Posisi N atau P?

Setelah melakukan engine brake dengan mengoper tuas transmisi ke gigi terendah, pengemudi disarankan untuk tidak menginjak pedal rem secara terus menerus. Lakukan teknik lepas injak agar rem tidak terus menerus bergesekan.

“Untuk ngeremnya sebaiknya jangan diinjak terus, sesekali dilepas saja. Karena kalau rem bergesekan terus, dampaknya piringan rem akan panas dan berpotensi menjadi blong,” tutur Andry. Adapun di jalan menurun yang curam dan panjang, Andry menyarankan agar pengemudi selalu menjaga kecepatannya di kecepatan rendah. Hindari terpancing untuk memacu mobil, meski kondisi lalu lintas di depan sepi kendaraan.

Sumber gambar: Shutterstock


Kembali ke atas