Tips Memilih Ban Mobil: Cara Membedakan Ban Vulkanisir dan Ban Suntikan

Ditulis oleh : Redaksi momobil.id | 17 January 2019

Tips Memilih Ban Mobil: Cara Membedakan Ban Vulkanisir dan Ban Suntikan

Tips Mobil | Mobil Bekas

Kondisi ban mobil yang fit adalah faktor keselamatan dan keamanan maksimal, maka mengganti ban merupakan perawatan mobil yang harus Anda lakukan secara berkala. Anda mungkin telah mengenal jenis ban mobil vulkanisir dan suntikan. Dua jenis ban vulkanisir dan suntikan merupakan pilihan alternatif jika tak ingin menggantinya dengan ban orisinil dengan alasan biaya.

Berdasarkan pengerjaannya, ban vulkanisir dibuat dengan membuang sisa – sisa kembang karet ban dan menambahkannya lagi. Sementara itu, ban suntikan adalah ban yang diukir ulang oleh tangan manusia yang mengikuti kembang dan ulir ban mobil sehingga tampak seperti baru.

Pasar pengguna ban vulkanisir sudah terbentuk sejak lama. Utamanya dipergunakan pada kendaraan truk. Secara hukum, penggunaan ban vulkanisir sah atau diperbolehkan. Berbeda dengan ban suntikan yang berisiko. Meski belum ada peraturan resminya, kecenderungan menggunakan ban suntikan tak terhindarkan karena kondisinya mirip ban baru tetapi jauh lebih murah.

Ban suntikan dibuat dengan cara memanfaatkan ketebalan ban yang tersisa meski kembangnya telah habis. Ban diukir ulang seperti bentuk kembang ban sebelumnya. Ban suntikan umumnya menggunakan ban tubeless dan usia pakainya sangat pendek mengingat prosesnya hanya mengurangi, tidak menambahkan seperti yang terdapat pada ban vulkanisir.

Ban vulkanisir punya kemampuan dan daya tahan 60 – 70 persen jika dihitung dari kondisi ban asli. Usia pakainya setara dengan persentase tersebut yang bisa setahun dua tahun. Sedangkan ban suntikan usianya pendek, berkisar 6 – 7 bulan saja tergantung jarak tempuh dan ketebalan sisa ban.

Kerusakan yang terjadi pada ban vulkanisir, terburuknya adalah lepasnya lapisan kembang ban. Sedangkan pada ban suntikan, kemungkinan terburuknya ban meletus karena sudah tipis lapisan karetnya.

Meski lebih berisiko daripada ban baru, dua jenis ban tersebut menjadi solusi ketika terpentok dengan biaya karena memang jauh lebih murah daripada ban baru. Menggunakan ban bekas vulkanisir jauh lebih baik daripada ban bekas suntikan atau ban ukir.

Apapun jenis bannya bisa menjadi pilihan terbaik, asal disesuaikan dengan kebutuhan bahkan budget. Teliti sebelum membeli dan sadar atas kondisi produk yang digunakannya harus menjadi bekal Anda saat membelinya.

Oleh: Redaksi Momobil.id

Foto: iStock


Kembali ke atas