Tips Merawat Mobil yang Tidak Digunakan Selama Karantina Diri

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 9 April 2020

Tips Merawat Mobil yang Tidak Digunakan Selama Karantina Diri

momobil.id – Zaman sekarang, banyak masyarakat yang sudah memiliki transportasi pribadi, salah satunya adalah mobil. Mobil pribadi memang menjadi alternatif bagi sebagian masyarakat agar dapat bepergian dengan nyaman. Namun, karena pandemi virus COVID-19, banyak masyarakat memilih untuk karantina diri di rumah dan tidak menggunakan mobil pribadinya untuk bepergian. Meski tidak digunakan, mobil juga butuh perawatan rutin. Berikut tips untuk merawat mobil yang lama tidak digunakan selama karantina diri.

Jaga Kebersihan Mobil

Menjaga kebersihan dan merawat mobil sudah menjadi kewajiban bagi pengguna mobil, apalagi ketika mobil jarang dipakai ketika sedang karantina diri. Usahakan untuk mencuci dan merawat bagian eksterior agar cat tetap terlihat segar. Bersihkan pula interior agar terhindar dari bau apek akibat jamur dan lumut. Tutuplah mobil dengan cover agar cat mobil tetap terlindungi.

Perhatikan Kondisi Oli Mesin

Salah satu hal yang penting dalam merawat mobil adalah dengan memperhatikan kondisi oli mesin. Pastikan oli mesin berada di volume yang penuh atau cukup. Ketika volume oli dan ada sisa ruang dapat menyebabkan embun dan merusak mesin. Pengguna mobil disarankan untuk menguras atau menggantinya terlebih dahulu sebelum memakai kembali mobil.

Cek Kondisi Ban

Kondisi ban perlu diperhatikan jika mobil tidak digunakan. Tekanan angin ban pada mobil yang jarang digunakan akan cepat berkurang karena angin dalam ban tidak terdistribusi dengan baik. Apabila ban kempes dibiarkan terlalu lama, dapat berdampak pada kerusakan pelek. Oleh karena itu penting untuk mengecek tekanan angin pada ban.

Selain tekanan angin ban, perhatikan ketebalan pattern pada bagian mobil. Jika pattern dari ban menipis, maka ban mobil perlu diganti. Ban yang menipis tentunya sangat berbahaya apabila bertemu di jalan aspal yang kasar dan terkena suhu tinggi pada permukaan ban. Hal ini dapat berdampak pada pecah ban dan musibah yang tidak diinginkan.

Perhatikan Kondisi Aki Mobil

Komponen kelistrikan pada mobil biasanya menjadi yang paling rawan rusak. Disarankan untuk mengecek kondisi kepala aki dan ketinggian air aki mobil. Kepala aki harus dibersihkan dengan cara mengguyur cairan penetrant untuk mencegah korosi dan menahan aliran listrik. Pengemudi disarankan untuk voltase aki. Ketika mobil dihidupkan maka voltase harus berada di kisaran 12,8 – 14,2 volt. Hal ini menunjukkan bahwa performa aki dalam kondisi baik atau tidak.

Demi mencegah resiko kehilangan daya listrik pada saat mobil tidak dipakai, sebaiknya kabel aki dilepas mulai dari kutub negatif ke kutub positif. Untuk memasangnya kembali, lakukan pemasangan dari kutub positif ke kutub negatif.

Baca Juga: Dampak COVID-19: Honda Stop Produksi Sementara, Daihatsu Kurangi Jumlah Shift

Lihat Ketinggian Minyak Rem

Rem merupakan salah satu komponen penting pada mobil. Pengguna mobil disarankan untuk memperhatikan ketinggian minyak rem pada tabung. Bila miyak rem telah menurun jauh, tambahkan minyak rem yang sesuai dengan rekomendasi pabrik atau dengan nilai DOT yang sama.

Cek Kondisi Wiper

Komponen Wiper pada mobil juga perlu diperhatikan. Periksalah karet wiper dan selalu bersihkan wiper. Apabila dalam kondisi buruk dan wiper kotor, kaca mobil bisa menjadi kotor dan dapat menyulitkan pandangan pengendara. Selain kebersihan wiper, ketersediaan cairan wiper juga perlu dicek agar tidak kekurangan. Gunakan cairan wiper yang memiliki kandungan khusus larutan pembersih kaca rekomendasi pabrikan.

Cek Kondisi Filter Udara

Filter udara pada mobil merupakansalah satu komponen yang perlu dicek. Jika filter udara kotor, pasokan udara ke ruang bakar akan tersendat dan tarikan mobil terasa berat. Hal ini juga mengakibatkan konsumsi bahan bakar mobil menjadi lebih boros. Pembersihan filter udara ini sebaiknya dilakukan secara rutin.



Kembali ke atas