Wasada Aquaplaning, Simak Tips Berkendara Melintasi Genangan Air

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 14 October 2020

Wasada Aquaplaning, Simak Tips Berkendara Melintasi Genangan Air

momobil.id – Mengendarai mobil dalam kondisi cuaca cerah dan ketika hujan tentu tidaklah sama. Ketika cuaca hujan, pengemudi perlu mengetahui beberapa tips berkendara melintasi jalan basah. Hal ini karena mengemudi dalam kondisi hujan membutuhkan konsentrasi ekstra dibanding ketika cuaca cerah.

Salah satu tips berkendara melintasi jalan basah dan genangan air adalah memahami adanya efek aquaplaning atau hydroplaning. Aquaplaning merupakan kondisi ketika ban tak bisa menapak sempurna pada permukaan jalan akibat adanya tekanan dari genangan air. Menurut PG-On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal, Zulpata Zainal, tak banyak pengendara yang menyadari adanya potensi bahaya dari aquaplaning.

“Saat berkendara dalam kecepatan tinggi di bawah guyuran hujan dan lintasan basah, apalagi ada genangan, potensinya akan sangat besar terjadi. Ini bisa terjadi pada semua ban,” ujar Zulpata seperti dilansir Kompas.

Guna mencegah terjadi aquaplaning, Zulpata menyarankan pengemudi memperhatikan betul kondisi ban, seperti apakah ban tersebut sudah botak. Selain itu, pengemudi juga harus memperhatikan sifat berkendara, terutama ketika hujan. Hal ini karena banyak kotoran dan kerikil yang bisa mempengaruhi kondisi berkendara.

Baca juga: Tiga Langkah Menyelamatkan Mobil Matic yang Terendam Banjir

Karena itu, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan dan menjaga jarak pengereman ketika berkendara saat hujan. Menurut Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, aquaplaning sering terjadi di jalan-jalan besar atau kondisi yang memungkinkan pengemudi memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.

“Misalnya ketebalan air mencapai 10 cm, sementara kendaraan kecepatannya 50 km/jam, pengendara pasti celaka. Karena jika kecepatannya tinggi, berarti hempasan air yang mengangkat ke atas semakin besar,” jelas Jusri.

Adapun menerjang genangan air terus menerus juga tak baik untuk kesehatan kendaraan bermotor. Komponen di dalam mesin bisa rusak dan akhirnya rontok sehingga biaya perbaikan semakin besar. “Memang potensinya tidak besar, tapi ada kemungkinan. Apalagi sering melintas di genangan yang berpasir. Jadi baiknya bagian kaki-kaki dibilas dengan air bersih ketika sering menerobos genangan air dalam suatu perjalanan. Lebih baik lagi jika menghindar dari genangan air yang cukup dalam,” ujar Technical Service PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi.


Kembali ke atas