Apa Efeknya Sering Mencampur Bahan Bakar Beda Oktan?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 7 September 2020

Apa Efeknya Sering Mencampur Bahan Bakar Beda Oktan?

momobil.id – Hari ini isi Pertamax, pekan depan isi Pertalite. Bahkan terkadang tangki bahan bakar kendaraan juga diisi Premium. Seperti diketahui, ketiga jenis bensin itu mengandung nilai oktan yang berbeda. Lalu, apakah ada efek samping jika sering mencampur bahan bakar beda oktan?

Menurut Kepala SPBU Pertamina MT Haryono, Paimin, mencampur berbagai jenis bensin dengan oktan yang berbeda sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja, langkah tersebut tidak akan berpengaruh terhadap performa mesin atau menjadikan pembakaran lebih baik.

“Misalkan, pemilik mobil biasanya menggunakan bensin Premium, kemudian setiap 6 bulan sekali isi Pertamax Turbo, hal itu diperbolehkan. Namun, tidak ada efek pengaruh ke performa kendaraan,” kata Paimin kepada Kompas.com belum lama ini.
Paimin mengatakan, mencampurkan Premium, Pertamax sampai Pertamax Turbo sangat bisa dilakukan mengingat sama-sama golongan bensin dan memiliki zat yang sama. Meski begitu, hal tersebut sebetulnya tidak direkomendasikan. Hal ini karena setiap bensin mempunyai karakteristik yang berbeda.

Baca juga: Tips Menghemat Konsumsi BBM, Coba Ikuti Lima Cara Ini

“Masing-masing bensin memiliki karakteristik sulfur yang berbeda, muatannya pun juga berbeda,” ujarnya. Paimin menambahkan, jika awalnya kendaraan sudah menggunakan bensin jenis Premium, kemudian dicampur dengan BBM oktan tinggi seperti Pertamax Turbo, maka hal tersebut tidak akan memperbaiki performa mesin.

Sebaliknya, kebiasaan mencampur jenis bahan bakar dengan oktan yang berbeda justru bisa menimbulkan efek menurunkan kualitas bahan bakar. “Sebaiknya pemilik mobil memilih BBM berdasarkan rasio kompresi kendaraan, jika memilih BBM yang lebih tinggi rasionya dari kendaraan yang dimiliki, bisa jadi tidak akan terbakar sempurna. Otomatis akan ada sisa residu,” tuturnya.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi juga menyarankan agar pemilik kendaraan setia pada satu jenis bahan bakar saja. Tentunya, bensin yang dipilih harus sesuai dengan rasio kompresi kendaraan atau yang direkomendasikan oleh pabrikan. “Dengan menggunakan bahan bakar yang sesuai maka bisa menjaga kondisi mesin. Sebaliknya, jika tidak sesuai bisa menimbulkan kerak karena pembakaran tidak sempurna,” ucapnya.



Kembali ke atas