Begini Cara Blokir STNK Online Agar Tidak Terkena Pajak Progresif

Ditulis oleh : Adrian Tirta Kusuma | 26 June 2020

Begini Cara Blokir STNK Online Agar Tidak Terkena Pajak Progresif

momobil.id – Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan pajak progresif bagi pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari satu unit mobil atau motor dengan nama dan alamat yang sama. Agar tidak terkena pajak progresif, pemilik mobil perlu memblokir STNK mobil lama ketika hendak menjualnya. Bagi pemilik mobil yang ingin memblokir STNK nya, sekarang tidak perlu mendatangi Samsat. Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metrojaya resmi menerapkan layar blokir pajak kendaraan bermotor online. Hal ini tentunya memudahkan masyarakat untuk memblokir identitas kendaraan yang hendak dijual. Cara blokir STNK secara online ini tentunya sangat mudah.

Hal pertama yang dilakukan adalah dengan mengunjungi pajakonline.jakarta.go.id. Pemilik mobil bisa melakukan registrasi terlebih dahulu dalam website sesuai dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sesudah melakukan registrasi, nantinya data mengenai kendaraan yang sesuai dengan NIK akan muncul. Untuk memblokir STNK kendaraan, pemilik kendaraan dapat memilih menu PKB. Selanjutnya, pemilik kendaraan bisa memilih jenis dan nomor kendaraan yang ingin diblokir. Pemilik kendaraan perlu menyiapkan kelengkapan dokumen untuk diupload dalam website. Kelengkapan tersebut antara lain dokumen fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), surat kuasa, bukti bayar, fotokopi STNK atau BPKB jika ada.

Setelah sukses mengupload data dan dokumen kendaraan lama, pemilik kendaraan tinggal menunggu hasil verifikasi yang dilakukan oleh Samsat. Tentunya cara blokir stnk lewat online ini lebih cepat dan lebih simpel karena bisa dilakukan dimana saja tanpa harus datang ke kantor Samsat.

Baca Juga : Mau Cek Pajak Kendaraan Bermotor secara Online? Begini Caranya

Menghitung Besar Pajak Progresif

Kebijakan terkait pajak progresif ini diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor, berikut besaran pajak progresif pribadi yang dikenakan. Besarnya pajak progresif tergantung dari total pajak yang kendaraan yang dibayar. Pajak Kendaraan Bermotor didapat dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor x Koefisien PKB x tarif pajak. Koefisien PKB tentunya berbeda-beda tergantung dari tingkat potensi pencemaran lingkungan. Bagi kendaraan roda dua dan tiga, nilai koefisiennya adalah 1. Untuk tarif pajak sendiri berawal dari pajak sebesar 2%, kemudian bertambah sebesar 0,5% seiring meningkatnya julah kendaraan.

Sebagai contoh, NJKB suatu sepeda motor yang berdomisili di Jakarta memiliki nilai Rp 10 juta, maka pajak yang harus dibayarkan pada kendaraan pertama adalah Rp 10 juta x 1 x 2%, menjadi Rp 200.000. Untuk kendaraan kedua, asumsi nilai NJKB tetap Rp 10 juta, maka PKB yang harus dibayarkan adalah Rp 10 juta x 1 x 2,5 persen menjadi Rp 250.000.

Sumber gambar: carmudi.co.id.



Kembali ke atas