Daftar Fitur Canggih di Mobil yang Biasanya Jarang Digunakan

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 8 August 2020

Daftar Fitur Canggih di Mobil yang Biasanya Jarang Digunakan

momobil.id – Mobil-mobil terbaru keluaran pabrikan saat ini sudah dilengkapi berbagai fitur canggih. Karena tambahan berbagai fitur canggih ini juga, harga mobil baru kerap naik dari tahun ke tahun.

Meski demikian, dari sekian banyak fitur canggih yang disematkan pada mobil, ada beberapa yang relatif jarang digunakan. Kondisi ini bisa disebabkan karena pemilik mobil yang tidak mengetahui keberadaannya tersedia pada mobil, atau memang tidak mengerti fungsi dari fitur tersebut.

“Seperti, cruise control, paddle shift, isofix, atau brake hold. Beberapa fitur tersebut disematkan oleh pabrikan untuk menunjang kebutuhan pengemudi saat berkendara,” ujar Bambang saat dihubungi Kompas.com. Namun, Bambang membenarkan bahwa tidak jarang pemilik kendaraan yang cenderung mengabaikan fitur tersebut karena faktor kebiasaan mereka saat berkendara. Berikut beberapa daftar fitur canggih pada mobil yang relatif jarang digunakan pemilik.

Baca juga: Hanya Boleh di Sirkuit, MMobil Ini Dilarang Digunakan di Jalan Raya

Defogger

Fitur yang ada pada kaca belakang mobil ini berguna untuk menghilangkan embun di kaca saat cuaca dingin. Mobil dengan fitur ini terlihat dari garis-garis horizontal pada seluruh permukaan kaca. Cara kerjanya sederhana, garis-garis yang menempel pada kaca merupakan elemen panas.

Sistem akan memanaskan elemen tersebut sehingga embun bisa cepat hilang dari kaca. Ketika dipegang, elemen tidak akan terasa panas. Defogger belakang memiliki cara kerja yang mirip seperti kompor listrik, yang mana panas diinduksikan ke seluruh permukaan kaca. Sayangnya fitur ini kerap diabaikan oleh pengemudi, padahal fungsinya cukup penting yaitu bisa menjamin visibilitas pengemudi saat berkendara.

Mode Sport

Mengemudi dengan mode sport memang bisa membuat kendaraan melaju lebih kencang, namun konsekuensinya jadi lebih boros bahan bakar. Kebanyakan orang akan memilih eco mode atau mode ekonomis saat mengemudi, karena keiritan bahan bakar minyak (BBM) akan lebih diprioritaskan.

Triptonic

Sama halnya dengan paddle shift, triptonic merupakan fitur untuk berkendara secara manual pada mobik matik. Bedanya adalah perpindahan gigi dilakukan dengan menggunakan tuas transmisi, dengan memaju-mundurkan tuas tersebut ke arah tanda plus atau minus.

Paddle shift

Paddle shift merupakan fitur yang memudahkan pengendara mengganti gigi dengan cepat tanpa harus memindahkan tangan dari kemudi setir. Untuk mobil sekelas Ferrari atau Lamborghini yang sedang berkendara di sirkuit, mungkin fitur ini bisa digunakan. Tetapi ketika berkendara di jalanan ibu kota yang jarang lowong, fitur ini kurang berguna bagi pengemudi.

Sunroof

Sunroof merupakan jendela kaca dibagian atap mobil, biasanya fitur ini disematkan pada mobil-mobil premium untuk menambah kesan mewah. Fitur ini memang dinilai tidak terlalu berguna di Indonesia yang merupakan negara tropis, karena akan membat ruang kabin menjadi panas. Belum lagi mengingat polisi udara di Ibukota, membuat pemilik mobil tidak segan-segan untuk menutup rapat sunroof mobilnya.

Isofix

Isofix merupakan standar untuk keselamatan balita ketika berada di dalam mobil. Fitur ini berupa tempat untuk mengaitkan kursi bayi pada baris kedua. Tetapi pada kenyataannya, fitur ini jarang sekali digunakan karena banyak yang lebih memilih untuk menggendong atau mendudukan balita langsung di kursi penumpang.

Child-lock

Fitur ini diperuntukan sebagai kunci tambahan untuk pengamanan anak-anak, biasanya terletak pada pintu baris kedua. Jika fitur ini diaktifkan, pintu tidak akan bisa dibuka dari dalam walau tuas kunci dekat handel pintu sudah terbuka, sehingga akan lebih aman bagi anak-anak yang sudah mengerti cara membuka pintu saat dalam perjalanan. Namun, kebanyakan pengguna mobil tidak menggunakan fitur ini karena letak tombolnya yang tersembunyi.

Cruise control

Fitur canggih ini sebenarnya sangat membantu pengemudi ketika ingin mengistirahatkan kakinya sejenak. Pasalnya, fitur ini bisa membuat laju kendaraan konstan tanpa perlu menekan pedal gas, cukup mengendalikan kemudi saja. Namun melihat kondisi jalan di Indonesia yang padat, membuat para pengemudi enggan untuk menggunakannya.


Kembali ke atas