Dampak Negatif Akibat Kebiasaan Injak Pedal Setengah Kopling

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 21 October 2020

Dampak Negatif Akibat Kebiasaan Injak Pedal Setengah Kopling

momobil.id – Pada kondisi tertentu, pedal kopling di mobil bertransmisi manual menjadi lebih sering digunakan saat melewati kemacetan atau jalanan menanjak. Ketika menghadapi kondisi seperti itu, beberapa pengemudi lebih memilih injak pedal setengah kopling karena lebih praktis.

Tujuan pengemudi melakukan injak pedal setengah kopling adalah agar kendaraan tidak mundur ke belakang. Padahal, dalam situasi tersebut ada opsi lain yang bisa dilakukan seperti menarik tuas rem tangan atau menginjak pedal rem dengan posisi gigi netral. Saat kendaraan di depan mulai maju, pengemudi bisa memasukkan gigi satu dan menggerakkan mobilnya.

Namun karena alasan kepraktisan, beberapa pengemudi lebih memilih menginjak setengah pedal kopling. Dengan menginjak setengah pedal kopling, pengemudi cukup melepas pedal kopling secara penuh ketika kendaraan di depannya sudah bergerak maju. Meski lebih praktis, pengemudi juga harus mengetahui dampak negatif kebiasaan ini jika terus menerus dilakukan.

Menurut Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriyadi, efek negatif dari seringnya menginjak setengah pedal kopling yakni pelat kopling cepat aus atau habis.

Bambang mengatakan kebiasaan ini tak hanya dilakukan saat macet di jalan menanjak, namun ada juga yang menginjak setengah pedal kopling ketika melewati jalan menurun guna menahan laju kendaraan. Dalam kondisi jalan menurun, Bambang menyarankan lebih baik dilakukan pengereman. Karena jika sering menahan pedal kopling setengah, kopling bisa saja terbakar.

Baca juga: Kebiasaan yang Bikin Kampas Kopling Cepat Aus, Nomor Empat Sering Tidak Sadar

“Jika diteruskan, bisa membuat kopling cepat habis atau bahkan mengalami kerusakan,” ujar Bambang seperti dilansir Kompas.com. Jika kampas kopling sudah habis, mobil bisa hilang tenaga karena kopling memiliki fungsi meneruskan tenaga dari mesin ke transmisi.

Kalau sudah begitu, cara mengatasinya yakni mengganti kampas kopling dengan yang baru. Bila dibiarkan, bukan saja mesin yang kurang tenaga, tapi komponen lain pada sistem kopling bisa ikut rusak.


Kembali ke atas