Kebiasaan yang Bikin Kampas Kopling Cepat Aus, Nomor Empat Sering Tidak Sadar

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 7 August 2020

Kebiasaan yang Bikin Kampas Kopling Cepat Aus, Nomor Empat Sering Tidak Sadar

momobil.id – Kampas kopling yang mulai aus akibat usia pakai merupakan hal yang lumrah. Namun kampas kopling juga bisa lebih cepat aus yang disebabkan oleh kebiasaan buruk pengemudi.

Usia kampas kopling sebenarnya cukup berbeda-beda pada tiap jenis mobil, dan sangat ditentukan oleh penggunaan mobil sehari-hari. Normalnya, usia kampas kopling bisa bertahan hingga tiga tahun jika tak kasar menggunakannya. Namun jika penggunaannya cukup kasar, usia kampas kopling bisa hanya satu tahun.

Bagi pemilik mobil dengan transmisi manual, tentu menggunakan pedal kopling ketika mengemudikan kendaraan sehari-hari. Pemilik mobil manual perlu mengetahui apa saja penyebab kampas kopling mobil cepat habis. Berikut beberapa penyebab kampas kopling cepat aus atau habis, seperti dilansir Liputan6.com.

Baca juga: Kenali Gejala Kerusakan Pada Transmisi Mobil Matic

Penggunaan kasar ketika menginjak dan melepas kopling

Penyebab kampas kopling mobil cepat habis yang pertama, dan juga menjadi penyebab kopling mudah rusak, adalah kebiasaan menginjak dan melepas kopling dengan kasar. Padahal kebiasaan tersebut bisa dengan mudah menyebabkan kopling mobil cepat habis dan rusak.

Mengapa cara tersebut menyebabkan kampas cepat habis? Sebab ketika melepaskan pedal kopling dengan cepat dan kasar, transmisi mobil umumnya belum berpindah dengan sempurna dan terdengar bunyi kasar pada kopling. Itulah mengapa, pengemudi mobil harus memperhatikan keselarasan pedal kopling dan waktu perpindahan transmisi mobil.

Setengah kopling

Penyebab kampas kopling mobil cepat habis selanjutnya bisa dikarenakan kebiasaan menginjak setengah kopling. Hal ini mungkin sering menjadi kebiasaan ketika jalanan macet atau ketika mobil sedang di jalan menanjak. Ciri-ciri kampas kopling mobil mulai terkikis dengan cepat, ditandai dengan adanya bau menyengat yang muncul di sekitar mobil, seperti karet terbakar.

Yang dimaksud dari menginjak kopling setengah yaitu menahan kekuatan pegas kopling, sehingga membuat grip kampas kopling kurang menerima putaran dari plat penekan. Itulah mengapa, coba kurangi kebiasaan tersebut sedikit demi sedikit agar kampas kopling tidak terlalu boros.

Rumah kopling terkena oli

Salah satu penyebab kampas kopling mobil cepat habis bisa dikarenakan tetesan oli yang ada di rumah kopling. Adanya tetesan oli bisa meminimalisir grip permukaan plat kopling dan membuatnya cepat habis. Tetesan oli tersebut mungkin berasal dari sambungan carter oli yang mengalami kebocoran. Atau, bisa juga dari oli transmisi maupun seal crankshaft yang bocor. Salah satu ciri kopling terkena tetesan oli, ditandai dengan adanya getaran ketika mobil digas disertai suara yang keras.

Menginjak kopling ketika mobil sedang jalan

Kebiasaan ini sebenarnya hampir mirip dengan menginjak setengah kopling di atas, hanya saja hal ini memang umum dilakukan tanpa sadar. Jika Anda memiliki kebiasaan untuk meletakkan kaki kiri di atas pedal kopling ketika sedang bekendara, maka ada baiknya untuk segera dihilangkan. Mungkin tujuannya bagus, yaitu untuk bersiap jika ada hambatan di depan.

Akan tetapi, tanpa sadar kebiasaan tersebut justru membuat Anda menjadi lebih sering menginjak sedikit pedal kopling. Meski terinjak sedikit, namun sudah cukup untuk menahan kekuatan yang ada pada pegas dari kopling.

Padahal, peran dari pegas kopling yaitu untuk membuat plat penekan dapat memberi tekanan pada kampas kopling. Apabila pegas kopling ditahan, maka tekanan plat penekan pada kampas kopling akan menjadi lemah. Jika sudah terlanjur begitu, grip kampas kopling pun menjadi kurang kuat dan memicu terjadi selip. Selip itulah yang membuat permukaan kampas kopling menjadi cepat terkikis bahkan cepat habis, dan akhirnya perlu dilakukan penggantian.

Gigi transmisi tak sesuai kecepatan mobil

Penyebab berikutnya yang membuat kampas kopling mobil cepat habis yakni kebiasaan menggunakan gigi yang tidak sesuai dengan kecepatan mobil. Mungkin sebagian pengendara mobil tidak ingin melakukan banyak perpindahan gigi ketika sedang berkendara. Itulah mengapa ketika hendak menjalankan mobil justru langsung memasang gigi 2 atau 3.

Padahal, ada baiknya pengemudi menggunakan gigi satu terlebih dulu. Memang, memasang gigi 2 atau 3 membuat kendaraan lebih halus dan tidak perlu berpindah gigi bila sudah jalan. Tapi perlu dipahami, jika pemakaian gigi 2 dan 3 secara langsung ketika mobil baru dikendarai memerlukan RPM yang tinggi dan harus menggunakan setengah kopling. Jika hal ini terus dilakukan, akan membuat kopling selip dan mempercepat habisnya kampas kopling.

Sumber gambar: Shutterstock


Kembali ke atas