Fakta Seputar Inreyen Mobil Baru yang Perlu Kamu Ketahui

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 4 May 2020

Fakta Seputar Inreyen Mobil Baru yang Perlu Kamu Ketahui

momobil.id – Inreyen merupakan prosedur mengkondisikan komponen di dalam mesin yang baru bergerak dan mendapat beban. Melakukan inreyen pada mobil baru sebenarnya bertujuan agar antar komponen dalam mesin saling menyesuaikan satu sama lain.

Namun seiring kemajuan teknologi pada mobil-mobil modern saat ini, apakah inreyen mobil baru masih perlu dilakukan? Jawabannya tergantung bagaimana seseorang mendefinisikan inreyen.

Jika pada mobil-mobil lawas, pengemudi harus sangat hati-hati ketika mobil baru masih dalam masa inreyen. Misalnya, jangan dulu menggeber mobil dengan kecepatan tinggi karena dikhawatirkan terjadi benturan kasar antar komponen di dalam mesin karena kondisinya masih baru.

Namun seiring perkembangan zaman, tingkat kepresisian mesin mobil semakin tinggi sehingga membuat mesin siap digunakan sejak keluar dari dealer. Inreyen pada mobil-mobil modern lebih pada penyesuaian komponen lain yang mendukung kinerja mesin.

“Pemakaian tidak boleh ngebut dan kasar saat inreyen mobil baru karena salah satu alasannya ban mobil belum cukup elastis agar bisa menapak sempurna di jalan. Begitu juga dengan komponen rem yang belum terlalu pakem,” ujar Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Anjar Rosjadi seperti dilansir Kompas.com.

Sedangkan mengenai alasan mengapa mobil baru jangan digeber dulu ternyata bukan karena dapat menimbulkan kerusakan. Hal ini karena pada bagian internal mesin masih terdapat gram atau ampas besi yang belum hilang seluruhnya. Gram tersebut dikhawatirkan menumpuk di salah satu sudut mesin sehingga bisa mengganggu kinerjanya.

Baca juga: Mobil Bolak Balik Masuk Bengkel? Mungkin Ini Penyebabnya

“Saat inreyen, kendarai mobil secara normal. Jangan mengerem secara mendadak karena daya cengkeram kampas rem masih minim. Untuk mobil manual, jangan berganti gigi di rpm tinggi atau melakukan perpindahan dengan cepat. Sgera ganti oli saat odometer sudah 1.000 km untuk membuang sisa gram yang ada di mesin baru,” ujar Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna.

Adapun dengan melakukan inreyen yang tepat pada mobil baru maka pemilik kendaraan sudah melakukan investasi terkait perawatan mobil ke depannya. Dengan begitu, usia komponen mesin bisa lebih panjang dan menghemat biaya pengeluaran untuk penggantian suku cadang.



Kembali ke atas