22 Mei 2025, 21:39 WIB
Ditulis oleh Alfon

momobil.id – Di tengah meningkatnya popularitas kendaraan listrik, sebuah insiden di Palmerah, Jakarta Barat, menjadi sorotan.
Sebuah sedan BYD Seal dilaporkan mengeluarkan asap putih tebal yang diikuti dengan suara ledakan.
Kejadian ini sontak memicu diskusi mengenai teknologi baterai mobil listrik dan bagaimana sistem canggih di dalamnya seharusnya berperan dalam mencegah masalah semacam itu.
Kendaraan listrik masa kini telah dibekali beragam teknologi mutakhir pada baterai sebagai komponen utamanya.
Menelusuri Ketahanan Baterai Blade BYD
Insiden ini kembali mengemukakan nama Blade Battery yang digunakan pada BYD Seal. Baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) ini tersedia dalam kapasitas 61,4 kWh dan 82,5 kWh untuk varian tertinggi.
Blade Battery dikenal luas karena keandalan, keamanan tinggi, daya tahan lama, serta waktu pengisian yang relatif cepat.
BYD telah menguji Blade Battery melalui serangkaian pengujian ekstrem. Salah satu yang paling dikenal adalah uji tusuk paku, yang mensimulasikan sirkuit pendek internal.
Hasilnya, baterai ini diklaim tidak mengeluarkan asap sama sekali, dan suhu permukaannya tidak melebihi 60 derajat Celcius, jauh lebih rendah dibandingkan baterai konvensional yang bisa mencapai 400 derajat Celcius dalam uji serupa.
Blade Battery juga telah teruji tahan terhadap penghancuran, pembengkokan, pemanasan dalam oven hingga 300 derajat Celcius, dan kelebihan beban hingga 260 persen, semuanya tanpa menunjukkan tanda-tanda kebakaran atau ledakan.
Inovasi ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga efisiensi ruang hingga 50% berkat desain selnya yang tipis dan panjang, memungkinkan kepadatan energi yang lebih tinggi dan jangkauan tempuh yang lebih jauh.
Baca juga: Ini Perbedaan Baterai LFP dan Lithium Ion pada Mobil Listrik
Meskipun teknologi baterai seperti Blade Battery telah mencapai tingkat keamanan yang tinggi, pemilik mobil listrik tetap perlu mewaspadai indikator masalah pada baterai. Beberapa gejala awal yang patut diperhatikan, antara lain:
Jika jarak tempuh atau akselerasi mobil tiba-tiba berkurang tanpa sebab jelas, ini bisa menjadi indikasi ketidakseimbangan daya pada sel baterai.
Pengisian daya yang memakan waktu lebih lama dari biasanya atau baterai yang tidak bisa terisi penuh dapat menunjukkan adanya masalah.
Bau kimia seperti logam terbakar atau bau tajam lainnya, serta panas yang tidak wajar di sekitar area baterai (misalnya di lantai kabin atau bagasi) bahkan saat mobil tidak digunakan secara intensif, bisa menjadi tanda reaksi kimia abnormal atau masalah pada sistem pendinginan.
Mobil listrik modern umumnya dilengkapi sistem peringatan yang akan menampilkan ikon atau pesan di dasbor jika terdeteksi adanya masalah pada sistem kelistrikan atau baterai.
Dengan pemahaman yang benar mengenai karakteristik baterai, penanganan yang tepat, serta kemampuan deteksi dini, mobilitas dengan kendaraan listrik dapat berlangsung lebih aman dan berkelanjutan.
Baca juga: Kenali Cara Tepat Mengisi Daya Baterai Mobil Listrik
Mobil Baru
Mobil Bekas
Tukar Tambah
Test Drive
Simulasi Kredit