Kebiasaan Mengemudi yang Bisa Membuat Konsumsi BBM Lebih Boros

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 16 October 2020

Kebiasaan Mengemudi yang Bisa Membuat Konsumsi BBM Lebih Boros

momobil.id – Sebelum membeli mobil, salah satu faktor yang menjadi pertimbangan seseorang adalah konsumsi bahan bakarnya. Selain faktor jeroan mobil itu sendiri, boros atau tidaknya konsumsi BBM sebenarnya juga dipengaruhi oleh gaya mengemudi pengendara.

Agar konsumsi BBM tidak boros, gaya mengemudi pun harus disesuaikan. Misalnya, jangan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam melainkan sedikit diurut. Selain itu, ketika mobil sedang berjalan, upayakan tetap berada di kecepatan yang konstan.

Masih berkaitan dengan hal di atas, pengemudi mobil yang ingin konumsi BBM kendaraannya lebih irit juga sebaiknya menahan keinginan berpindah-pindah jalur saat terjebak kemacetan. Terjebak kemacetan di jalan raya memang sangat menyebalkan.

Masalahnya, hal ini menjadi makanan sehari-hari bagi orang-orang yang tinggal di kota besar. Sehingga, beberapa pengemudi tergoda untuk pindah jalur dengan harapan memotong antrean. Padahal kebiasaan ini bisa membakar lebih banyak BBM.

Kebiasaan lain yang juga menyebabkan konsumsi BBM lebih boros adalah memaksakan mobil berjalan meski tekanan angin ban kurang. Ban dengan tekanan angin yang kurang, bisa memberi efek negatif pada kenyamanan kemudi dan pastinya konsumsi bahan bakar.

Perhatikan dan jaga tekanan angin pada ban yang sesuai dengan rekomendasi manufaktur. Cek tekanan angin pada ban setiap pekan. Jika memang ban kurang angin, bisa segera mengisinya. Saat ini, hampir setiap stasiun pengisian bahan bakar menyediakan fasilitas pengisian angin atau nitrogen.

Baca juga: Mau Beli Mobil Tapi Gaji Masih Pas-pasan? Coba Tips Berikut

Adapun hal lain yang perlu diperhatikan jika ingin konsumsi bahan bakar lebih irit yakni jangan mengangkut penumpang melebihi kapasitas maksimal mobil. Tidak jarang mobil digunakan untuk membawa 9 hingga 10 penumpang. Biasanya, mobil jenis ini dimodifikasi khusus oleh pemiliknya, ditujukan sebagai kendaraan angkutan umum. Belum lagi banyaknya barang bawaan. Jadi intinya, semakin berat beban yang harus ditanggung mesin, semakin haus mesin untuk meminum bahan bakar.


Kembali ke atas