Kebiasaan Seperti Ini Bisa Merusak Komponen Mobil Matic

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 10 August 2020

Kebiasaan Seperti Ini Bisa Merusak Komponen Mobil Matic

momobil.id – Mobil transmisi matic menawarkan kepraktisan karena pengoperasiannya yang mudah dan kaki tidak mudah pegal ketika menembus kemacetan karena hanya menggunakan dua pedal. Meski begitu, ada beberapa kebiasaan pengemudi yang justru bisa merusak komponen. Ada beberapa tips mengendarai mobil matik yang bisa dicoba agar komponen mobil lebih awet.

Biasanya kesalahan-kesalahan umum ini dikarenakan pengendara memperlakukan mobil matik layaknya mobil bertransmisi manual. Padahal ada sedikit perbedaan antara keduanya. Gawatnya, kebiasaan-kebiasaan ini justru dapat merusak komponen mesin maupun transmisi. Seperti dilansir Kumparan, ada tiga kesalahan umum ketika mengendarai mobil matik dan berikut tips untuk memperbaiki kebiasaan tersebut.

Baca juga: Kebiasaan yang Bikin Kampas Kopling Cepat Aus, Nomor Empat Sering Tidak Sadar

Menganggap pedal rem sebagai kopling

Menurut pereli nasional dan pendiri Rifat Drive Labs, Rifat Sungkar, kesalahan pengguna matik yang paling banyak ia temui adalah menjadikan pedal rem selayaknya kopling. “Jadi banyak orang yang menggunakan matik dengan masukin gigi ke D, diinjek remnya pakai kaki kiri, kemudian digas secara perlahan-lahan, dan kaki kiri melepas rem juga perlahan. Itu salah besar,” ujar Rifat kepada kumparanOTO.

Selain penggunaannya salah, dengan sikap seperti itu dijelaskan Rifat akan cepat merusak komponen internal transmisi serta mesin dan kalau-kalau komponen transmisi ini rusak, biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaikinya cukup besar.

Mengerem menggunakan kaki kiri

Berhubungan dengan kesalahan yang pertama, kesalahan lain yang biasa dilakukan pengguna mobil matik adalah menghentikan laju mobil dengan mengerem menggunakan kaki kiri. Hal ini akan menjadikan kebiasaan buruk, kaki kiri akan terus berjaga di pedal rem. Sementara di saat yang bersamaan kaki kanan akan terus stand by di pedal gas.

Bukan hanya di kendaraan roda empat sebenarnya, perilaku yang sama juga dapat ditemukan pada pengemudi motor matik yang kerap menekan tuas rem di tangan kiri sembari menarik pedal gas.

“Enggak ada ceritanya ngerem pakai kaki kiri. Itu bisa menyebabkan kampas rem cepat habis dan overheat, bahan bakar akan boros, dan tingkat keausan piranti penggeraknya juga akan cepat habis,” tambahnya.

Sering pindah transmisi mobil matik saat di kemacetan

Saat terjadi kemacetan, pengemudi mobil matik juga sering melakukan perpindahan transmisi Drive (D) ke Neutral/No gear (N) atau sebaliknya secara berulang-ulang. Menurut Rifat, hal tersebut diperbolehkan, hanya saja tidak perlu terlalu sering mengubah posisi transmisi karena komponennya memiliki kompensasi ketika mobil berhenti dalam waktu yang tidak lama. Cukup menahan laju mobil dengan menginjak rem apabila kondisi macet tersendat-sendat.

“Mobil transmisi matik itu selalu ada kompensasi, ketika berhenti beberapa detik, tekanan pada girboks itu berkurang, sehingga enggak perlu ganti D ke N dan sebaliknya terus karena itu mengurangi kenyamanan berkendara,” ujarnya. “Apalagi saat sudah maju dan lupa masukin transmisi, yang ada ketika udah injak gas dan masukin gigi ke D malah loncat mobilnya, bahaya sekali,” paparnya.


Kembali ke atas