Penyebab Kampas Rem Mobil Matik Lebih Boros Dibanding Mobil Manual, Ada yang Jadi Kebiasaan Kamu?

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 29 November 2021

Penyebab Kampas Rem Mobil Matik Lebih Boros Dibanding Mobil Manual, Ada yang Jadi Kebiasaan Kamu?

momobil.id – Pengoperasian mobil matik memang lebih praktis ketimbang mobil transmisi manual. Namun bukan berarti mobil matik tak punya kelemahan. Salah satunya adalah penggunaan kampas rem mobil matik yang cenderung lebih boros ketimbang mobil manual.

Kampas rem mobil matik lebih boros ketimbang mobil manual memang cukup masuk akal karena pengendara mobil matik lebih banyak bergantung pada rem ketika hendak menurunkan kecepatan. Hal ini berbeda dibanding mobil manual, yang bisa memanfaatkan engine break untuk membantu memperlambat laju mobil.

Mobil matik pun sebenarnya bisa melakukan engine break. Namun dayanya memang tak sebesar mobil manual, dan penggunanya juga lebih banyak yang mengandalkan rem untuk memperlambat kecepatan. “Mobil matik memang bisa engine brake. Tapi dayanya tak sebesar mobil manual. Selain itu, hampir setiap pergerakan ketika mengendarai mobil matik pasti dilakukan dengan menekan pedal rem,” ujar Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman, seperti dilansir Kompas.com.

Suparman menjelaskan, penggunaan kampas rem untuk mobil matik akan lebih boros hampir dua kali lipatnya. Misal kampas rem mobil transmisi manual biasa diganti setiap 60.000 km sekali, pada mobil transmisi matik di jarak tempuh 30.000 sampai 40.000 km sudah harus diganti. “Kalau dibandingkan dengan mobil manual, mobil matik itu lebih cepat setengahnya. Jadi bila mobil manual ganti kampas rem tiap 60.000 km, mobil matik bisa 30.000 sampai 40.000 km sudah ganti, kata Suparman.

Selain itu, penyebab lain dari kampas mobil yang cepat habis yakni dari kebiasaan buruk pengemudi sendiri. Kebiasaan pemilik mobil transmisi matik lebih suka menahan pedal rem dengan kaki dibandingkan mengaktifkan rem tangan saat berhenti. Parahnya lagi, ketika melakukan hal tersebut posisi tuas transmisi berada di D yang artinya pemilik juga menahan laju mobil dengan rem.

Baca juga: Pindah dari Tuas Tranmisi D Mobil Matic, Apakah Perlu Ngerem Dulu?

“Kondisi ini yang menyebabkan kampas rem cepat habis. Bahkan kebiasaan ini dilakukan hampir setiap saat, dan saat maju akan ada gesekan yang terjadi antara cakram dan kampas rem terlalu berat. Pada posisi tuas di D itu sama saja rem disuruh menahan laju gerak kendaraan,” kata dia.

Selain itu, pengendara mobil matik juga jarang menyicil rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman mendekati posisi berhenti. Kondisi ini membuat rem bekerja lebih keras. Sementara, pada pengendara mobil manual, kebanyakan sudah menetralkan posisi transmisi jika terlihat akan terhadang lampu merah, baru kemudian mulai melakukan pengereman.

mobil terkait

Rp 345.000.000

Individu

SEMARANG

Rp 205.000.000

Individu

SURABAYA

Rp 343.700.000

Individu

JAKARTA

Rp 1.605.600.000

Individu

JAKARTA

Rp 331.100.000

Individu

Rp 309.100.000

Individu


Kembali ke atas