Penjelasan Mengenai Periode Brake-In Usai Membeli Mobil Baru

Ditulis oleh : Danang Setiaji | 29 September 2020

Penjelasan Mengenai Periode Brake-In Usai Membeli Mobil Baru

momobil.id – Mengetahui tips berkendara dengan mobil baru sebaiknya diketahui oleh pemilik mobil. Pasalnya, mobil baru memiliki masa-masa yang disebut sebagai brake-in period selama 1.000 km pertama.

Beberapa orang yang membeli mobil baru mungkin terlalu larut dalam kegembiraan sehingga luput memperhatikan beberapa tips berkendara dengan mobil baru. Panduan menggunakan mobil baru sebenarnya sudah diberikan pabrikan di buku manual.

Salah satu tips ketika berkendara dengan mobil baru yakni jangan langsung menekan pedal gas dalam-dalam untuk merasakan sensasi berkendara dalam kecepatan tinggi. Menurut Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota-Astra Motor, Didi Ahadi, pemilik mobil sebaiknya menghindari injak pedal gas dalam-dalam pada saat mulai berjalan atau selama berkendara. Sebab, menurutnya komponen mesin mobil masih dalam penyesuaian.

“Ini dilakukan untuk menjaga komponen kendaraan menjadi awet,” kata Didi seperti dilansir Kompas.com. Tak hanya itu, Didi menambahkan ada empat hal lain yang sebaiknya jangan dilakukan pengemudi ketika berkendara menggunakan mobil baru.

Pertama, hindari akselerasi mendadak. Kedua, jangan mengemudi secara terus menerus dengan gigi rendah. Ketiga, jangan mengemudi pada kecepatan konstan dalam jangka waktu lama. Dan terakhir, jangan mengemudi secara perlahan dengan tranmisi manual saat menggunakan gigi tinggi.

Baca juga: Begini Caranya Mengemudikan Mobil ketika Hujan Deras

Pemilik kendaraan juga sebaiknya jangan melakukan pengereman atau berhenti secara mendadak selama periode brake-in. “Sepanjang 300 km pertama, pengemudi harus menghindari pengereman atau berhenti mendadak, sesuai anjuran buku pedoman,” kata Didi.

Adapun hal lain yang harus diperhatikan oleh pemilik selain cara mengendarai mobil baru adalah hal-hal yang bisa menggugurkan garansi mobil baru. Misalnya, perawatan berkala yang tak sesuai rekomendasi pabrikan, penggunaan suku cadang yang tak original, penggunaan tak sesuai spesifikasi, hingga suku cadang yang habis akibat pemakaian.


Kembali ke atas